Blora, Tuturpedia.com – Program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Manggir, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, dugaan penyajian nasi goreng basi di Sentra Pangan Pemberdayaan Gizi (SPPG) memicu kemarahan wali murid. Kamis, (09/04/2026).
Keluhan mencuat setelah sejumlah orang tua siswa mendapati menu yang dibagikan pada Rabu (8/4) tidak layak konsumsi. Makanan yang seharusnya mendukung asupan gizi anak justru berakhir terbuang.
“Kalau sudah basi, ya akhirnya dibuang semua. Ini kan mubazir,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kekecewaan lebih keras disampaikan Fuad Musofa, wali murid dari SD Negeri Kacangan 01. Ia mengungkapkan bahwa persoalan kualitas makanan bukan kali pertama terjadi.
“Sudah sering seperti ini. Ada yang tidak layak dimakan, bahkan pernah ada ulatnya. Kemarin nasi gorengnya basi,” tegas Fuad.
Tak hanya untuk siswa sekolah dasar, Fuad juga menyoroti distribusi makanan untuk balita. Ia menyebut menu yang diambil sekitar pukul 10.00 WIB di Pos Kesehatan Desa (PKD) Kacangan juga ditemukan dalam kondisi basi. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam. Fuad bahkan mempertanyakan esensi dari program tersebut.
“Kalau memang tidak niat memberikan yang layak, mending tidak usah dijual. Ini bukan program lagi, tapi sudah seperti jualan. Kalau cuma cari untung, lebih baik tutup saja SPPG-nya,” ujarnya dengan nada geram.
Ia juga mendesak pihak sekolah untuk lebih selektif sebelum menerima distribusi makanan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman dikonsumsi.
“Harus dicek dulu. Kalau tidak layak, ya ditolak saja,” pungkasnya.
Terahkir, Ia, menegaskan bahwasanya Kasus ini kembali membuka pertanyaan serius terkait pengawasan dan standar kualitas dalam pelaksanaan program MBG di tingkat lokal.
“Kami, mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta tindakan tegas dari pihak terkait agar program yang seharusnya meningkatkan gizi anak tidak justru membahayakan kesehatan mereka,” imbuhnya.















