Jakarta, Tuturpedia.com – Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan karya terbaru yang mengangkat isu dekat dengan kehidupan remaja. Film Sisa Waktu Senja siap hadir di layar lebar tahun ini setelah menyelesaikan seluruh proses pascaproduksi. Film tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Pilip Tenonet yang kini semakin mantap menapaki dunia produksi film.
Selama ini, nama Pilip Tenonet dikenal luas sebagai seorang casting director yang telah terlibat dalam berbagai proyek perfilman dan hiburan. Namun, setelah sukses memproduksi film Desa Mati, Pilip kembali memperluas kiprahnya dengan bergabung sebagai produser dalam film Sisa Waktu Senja.
Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Seev Entertainment, Langit Pictures, MariPro, dan Kesan Sinema. Proses produksi hingga pascaproduksi telah rampung dan kini film tersebut siap menyapa penonton Indonesia.
“Alhamdulillah, film Sisa Waktu Senja sudah siap tayang tahun ini. Ini adalah langkah baru saya sebagai produser film. Banyak pengalaman baru yang menantang dan membuat saya belajar,” ujar Pilip saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/6).
Menurut Pilip, keterlibatannya sebagai produser bukan sekadar keputusan profesional. Ia mengaku jatuh hati pada cerita yang ditawarkan film tersebut sejak awal.
Baginya, Sisa Waktu Senja menghadirkan kisah yang lengkap dan mampu menyentuh berbagai sisi kehidupan manusia. Mulai dari persahabatan, cinta, perjuangan hidup, hingga nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Cerita ini tuh komplit dari persahabatan, cinta, daya juang, semua ada untuk membentuk drama yang utuh. Saya merasa rugi kalau tidak jadi bagian dari film ini. Jadi saya putuskan untuk ikut menjadi produser,” katanya.
Mengangkat Realitas Kehidupan Remaja
Disutradarai oleh Husni Ramdan, Sisa Waktu Senja berfokus pada kisah dua remaja bernama Alana dan Bara. Keduanya harus menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sekolah, termasuk ketidakadilan dan perundungan yang masih menjadi persoalan nyata di lingkungan pendidikan.
Melalui karakter Alana dan Bara, film ini berusaha menggambarkan perjuangan anak muda yang berusaha mempertahankan harga diri sekaligus mencari jalan keluar dari tekanan sosial yang mereka hadapi.
Tema bullying atau perundungan menjadi salah satu benang merah cerita. Namun, film ini tidak hanya berfokus pada konflik tersebut. Narasi yang dibangun juga memperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia dapat berkembang, berubah, dan diuji oleh berbagai keadaan.
Pendekatan tersebut membuat Sisa Waktu Senja hadir bukan sekadar sebagai film remaja biasa, melainkan sebuah drama yang menawarkan refleksi mengenai kehidupan, harapan, dan keberanian menghadapi masa sulit.
Dibintangi Keisya Levronka dan Kiesha Alvaro
Untuk memperkuat cerita, film ini menghadirkan sejumlah nama muda yang cukup dikenal publik. Penyanyi sekaligus aktris Keisya Levronka dipercaya memerankan salah satu karakter utama bersama Kiesha Alvaro. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan chemistry yang kuat dalam membangun dinamika cerita Alana dan Bara.
Selain Keisya dan Kiesha, film ini juga diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi. Beberapa nama yang turut membintangi film ini antara lain Yessica Tamara, Jason Jordan, Ahmad Nadhif, Dhea Ananda, Iva Deivanna, hingga Nugie.
Kombinasi pemain muda dan senior tersebut menjadi salah satu kekuatan yang ditawarkan film ini. Setiap karakter hadir dengan latar belakang dan persoalan masing-masing yang saling melengkapi alur cerita.
Drama yang Sarat Pesan Kehidupan
Pilip menilai kekuatan utama Sisa Waktu Senja terletak pada karakter-karakternya yang terasa dekat dengan kehidupan nyata. Penonton diajak melihat bagaimana setiap individu memiliki cara berbeda dalam menghadapi masalah.
Menurutnya, tidak semua orang merespons kesulitan dengan cara yang sama. Ada yang memilih bertahan, ada yang mencoba menerima keadaan, dan ada pula yang berusaha berdamai dengan masa lalu.
“Setiap karakter dalam film ini digambarkan memiliki cara masing-masing untuk bertahan, menerima, atau berdamai dengan situasi yang dihadapi,” kata Pilip.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang ingin disampaikan kepada penonton. Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami pentingnya empati terhadap orang lain.
Dengan tema yang relevan, jajaran pemain berbakat, serta dukungan rumah produksi yang berpengalaman, Sisa Waktu Senja diharapkan mampu menjadi salah satu film drama Indonesia yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton saat tayang tahun ini.
Kontributor: Sarah Limbeng














