Indeks
News  

Skandal Absensi Fiktif Guncang Brebes: 3.000 ASN Diduga Manipulasi Kehadiran, Tunjangan Tetap Cair

Brebes, Tuturpedia.com – Skandal dugaan absensi fiktif mengguncang lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berdasarkan temuan Pemerintah Kabupaten Brebes, sekitar 3.000 ASN diduga memanfaatkan aplikasi absensi ilegal untuk memanipulasi kehadiran kerja. Selasa, (05/05/2026).

Temuan ini mencuat setelah server absensi resmi milik pemerintah daerah dimatikan selama dua hari. Namun, secara mengejutkan, data kehadiran ASN tetap tercatat masuk ke dalam sistem. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik manipulasi terorganisir yang memanfaatkan celah teknologi.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa praktik tersebut tidak bisa ditoleransi. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk korupsi, karena pegawai yang tidak hadir tetap menerima tunjangan kinerja secara penuh.

“Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi sudah masuk kategori penyalahgunaan anggaran negara,” tegasnya.

Mayoritas ASN yang diduga terlibat berasal dari sektor pelayanan publik, seperti guru dan tenaga kesehatan. Ironisnya, sektor-sektor ini merupakan garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga praktik tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas layanan publik secara signifikan.

Kasus di Brebes bukanlah yang pertama. Sebelumnya, praktik serupa juga ditemukan di Kabupaten Seluma, di mana sekitar 400 ASN diketahui memanipulasi absensi menggunakan GPS palsu dan foto rekayasa untuk mengelabui sistem kehadiran online.

Sementara di Karawang, skandal absensi fiktif sempat menjadi sorotan publik dan mendorong evaluasi sistem kepegawaian daerah. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk memperketat pengawasan dan memperbaiki sistem digitalisasi administrasi. Teknologi yang seharusnya menjadi alat peningkatan efisiensi justru disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta membuka kemungkinan adanya keterlibatan pejabat dalam praktik tersebut. Sanksi tegas, mulai dari administratif hingga pidana, disiapkan bagi ASN yang terbukti bersalah.

Kasus ini sekaligus menjadi ujian serius bagi integritas aparatur negara. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, kepercayaan masyarakat dipertaruhkan.

Sebagai informasi bahwa, Informasi ini disusun berdasarkan laporan awal dan pernyataan resmi pihak-pihak terkait, serta di lansir dari berbagai sumber. Proses investigasi dan penegakan hukum masih berlangsung.

Exit mobile version