Indeks

Konsumsi Pemerintah Melonjak 8,95 Persen, Gaji PPPK dan Program MBG Jadi Pendorong Utama

Jakarta, Tuturpedia.com – Konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi sebesar 8,95 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2026. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya belanja gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, peningkatan belanja pemerintah tersebut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada periode Juli-September 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah PPPK menjadi salah satu faktor utama meningkatnya konsumsi pemerintah.

Menurutnya, jumlah pegawai PPPK pada kuartal III-2026 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan anggaran belanja gaji dan tunjangan pegawai.

“Terutama didorong oleh peningkatan belanja gaji, khususnya P3K. Jumlah P3K di triwulan 3 tahun 2026 itu meningkat besar dibandingkan dengan triwulan 3 tahun 2025,” ujar Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, penambahan jumlah PPPK tersebut berkaitan dengan proses pengangkatan pegawai yang berlangsung pada akhir 2025. Dampak pengangkatan itu kemudian terlihat dalam realisasi belanja pemerintah sepanjang kuartal III-2026.

Selain belanja pegawai, program MBG juga menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi pemerintah.

BPS melihat adanya percepatan realisasi program makan bergizi gratis dibandingkan pelaksanaannya pada kuartal III-2025.

Edy menerangkan, pengeluaran pemerintah untuk program MBG yang disalurkan dalam bentuk barang kepada masyarakat turut dihitung sebagai komponen konsumsi pemerintah dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

“Belanja program makan gratis ini yang disalurkan dalam bentuk barang kepada masyarakat tercatat sebagai bagian dari pengeluaran konsumsi pemerintah,” jelasnya. Kamis, (05/11/2026).

Pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 8,95 persen ini menunjukkan meningkatnya aktivitas belanja negara, baik untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai maupun menjalankan program prioritas pemerintah.

Dengan demikian, peningkatan jumlah PPPK dan percepatan program MBG menjadi dua faktor penting yang ikut menopang pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal III-2026.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version