Pati, Tuturpedia.com – Tekanan publik terhadap aparat kepolisian di Kabupaten Pati mencapai titik didih. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi besar-besaran di depan Polresta Pati, pada Rabu (13/5/2026), menuntut evaluasi total hingga pencopotan Kapolresta.
Sejak pagi, arus massa sudah mengalir dari berbagai penjuru. Truk-truk dan sepeda motor mengangkut warga menuju titik kumpul, menciptakan gelombang demonstrasi yang kian membesar. Hingga siang, jumlah massa diperkirakan mencapai kurang lebih 5.000 orang.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah akumulasi kekecewaan yang selama ini terpendam terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah tersebut.
Sejumlah tokoh AMPB seperti Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok tiba lebih awal di lokasi. Di tengah penjagaan ketat ratusan personel kepolisian, mereka justru mengingatkan massa agar tetap tenang dan tidak terpancing.
“Jalur depan Polresta tidak ditutup. Jangan terpancing provokasi. Kalau ada yang marah, biarkan saja, dokumentasikan. Itu bisa jadi jebakan,” tegas Teguh dalam arahannya.
Di balik ketegangan, logistik aksi juga dipersiapkan matang. Ratusan kardus air mineral dari donatur diangkut untuk menopang massa yang bersiap melakukan aksi panjang.
Sekitar kurang lebih pukul 14.00 WIB, ribuan demonstran bergerak menuju Polresta Pati. Jalanan kota berubah menjadi lautan manusia yang membawa satu suara: menuntut keadilan dan transparansi.
Sementara itu, dalam orasinya yang lantang, Supriyono (Botok) melontarkan tuntutan keras—Kapolresta Pati, Kombes Jaka Wahyudi, diminta mundur bahkan angkat kaki dari Pati.
“Kami minta Kapolresta pergi dari Pati. Ada dugaan keterlibatan dalam skandal, termasuk korupsi yang menyeret Bupati nonaktif Sadewo. Kami juga mendesak KPK turun tangan,” tegas Botok.
Tak hanya itu, AMPB juga menyoroti sejumlah kasus yang dinilai mandek atau lambat ditangani. Mulai dari pembakaran rumah Koordinator AMPB, dugaan pencabulan puluhan santriwati yang baru diproses setelah viral, hingga berbagai laporan lain yang dianggap “mengendap” tanpa kejelasan.














