Blora, Tuturpedia.com – Pepatah “maju kena, mundur kena” tampaknya pas menggambarkan kondisi di wilayah Kradenan, Blora Jawa Tengah, saat ini. Setelah lama dikeluhkan karena rusak parah dan berlubang bak “kolam lele”, kini jalan yang telah diperbaiki dan mulus justru memunculkan persoalan baru. Minggu, (29/03/2026).
Alih-alih menjadi sarana transportasi yang aman dan nyaman, jalan tersebut malah disalahgunakan oleh segelintir pemuda sebagai arena balap liar, terutama pada sore hingga malam hari.
Fenomena ini memicu keresahan warga. Kalimat sindiran “dalan elek sambat, dalan alus dinggo balapan” pun viral di tengah masyarakat. Video kiriman warga memperlihatkan aksi nekat para remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, bahkan tanpa perlengkapan keselamatan. Suara knalpot bising turut memperparah situasi.
Warga menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. Banyak orang tua kini merasa khawatir membiarkan anak-anak mereka beraktivitas di luar rumah, seperti bersepeda atau sekadar menyeberang jalan.


Selain itu, kebisingan knalpot brong dinilai sangat mengganggu, terutama saat waktu istirahat dan ibadah. Padahal, jalan tersebut dibangun menggunakan anggaran negara dengan harapan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Sudah bagus jalannya, tapi tolong digunakan dengan benar. Jangan dijadikan sirkuit dadakan. Kalau sampai jatuh, yang susah orang tuanya sendiri,” ujar Wisnu, pengguna jalan wilayah tersebut.
Dirinya berharap, aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli di jam-jam rawan untuk menertibkan aksi balap liar. Tak hanya itu, peran orang tua juga dinilai penting dalam mengawasi dan mendidik anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan berbahaya tersebut.
Dirinya juga menegaskan, jalan mulus adalah fasilitas umum yang harus dijaga bersama, bukan dimanfaatkan untuk aksi yang berpotensi merenggut nyawa.
“Dulu waktu jalannya rusak, semua ramai-ramai mengeluh di media sosial. Sekarang sudah diperbaiki bagus, malah dipakai balapan. Apa harus menunggu ada korban dulu baru kapok?” ujar salah satu warga yang merasa resah.
Harapan Warga: Jangan Sampai Jalan Jadi Tempat Maut
Hal senada juga disampaikan Hendrik, pengguna jalan lainnya diwilayah tersebut, Warga sekitar berharap adanya perhatian serius dari aparat dan pihak terkait, di antaranya:
- Patroli rutin: Polisi diminta lebih sering melakukan patroli, terutama pada jam rawan balap liar (sore hingga malam hari).
- Pemasangan marka atau polisi tidur: Jika diperlukan, dipasang pita kejut agar kendaraan tidak bisa melaju kencang di kawasan permukiman.
- Peran orang tua: Orang tua diharapkan lebih ketat mengawasi anak-anak yang membawa kendaraan, agar tidak berujung pada hal yang membahayakan.
Pesan untuk Pelaku Balap Liar
“Jalan yang mulus adalah fasilitas umum, bukan sirkuit pribadi. Jika ingin balapan, gunakan tempat resmi. Ingat, aspal itu keras—bukan tempat yang aman seperti kasur di rumah”, imbuhnya.



















