Jakarta, Tuturpedia.com – Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memenuhi panggilan persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Kehadiran Jokowi dalam persidangan tersebut menjadi perhatian publik. Pasalnya, ia dijadwalkan memberikan kesaksian dalam perkara yang menyeret Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai terdakwa.
Menariknya, Jokowi tidak datang sendirian. Mantan orang nomor satu di Indonesia itu tiba di PN Jakarta Timur didampingi dua anaknya, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu.
Kedatangan mereka disambut riuh yel-yel para pendukung yang telah memadati kawasan pengadilan sejak pagi hari.
Saat ditanya awak media mengenai siapa saja yang mendampinginya, Jokowi membenarkan bahwa dirinya datang bersama kedua anaknya.
“Iya (datang sama Kaesang). (Datang) bertiga,” ujar Jokowi singkat.
Tegaskan Bawa Seluruh Ijazah Asli
Hal yang paling menyita perhatian adalah pernyataan Jokowi mengenai dokumen yang dibawanya untuk menghadapi persidangan.
Ketika ditanya mengenai kesiapan bukti ijazah dalam perkara tersebut, Jokowi menegaskan bahwa seluruh dokumen yang diperlukan telah dibawa.
“Bawa semua. Asli, Pak, semua,” tegasnya kepada wartawan.
Pernyataan tersebut kembali menempatkan polemik keaslian ijazah Jokowi dalam sorotan publik. Persidangan ini pun menjadi momentum penting untuk menguji keterangan para pihak melalui proses hukum di pengadilan.
1.200 Personel Gabungan Amankan Pengadilan
Besarnya perhatian publik terhadap persidangan tersebut membuat aparat keamanan menerapkan pengamanan berlapis.
Sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kawasan PN Jakarta Timur. Pengamanan dilakukan menggunakan skema tiga ring, mulai dari ruang sidang, area gedung pengadilan, hingga perimeter luar.
Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra, mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian persidangan berjalan aman dan kondusif.
“Dari pihak keamanan, kami menyiapkan sekitar 1.200 personel untuk mengamankan kawasan PN Jakarta Timur selama jalannya persidangan,” terang Andre.
Pengamanan ketat tersebut juga menjadi langkah antisipasi terhadap konsentrasi massa pendukung dari kedua belah pihak.
Kini, perhatian publik tertuju pada jalannya persidangan dan keterangan yang akan disampaikan Jokowi di hadapan majelis hakim.
Publik tentu berharap proses hukum berlangsung transparan, objektif, dan mampu memberikan kejelasan atas perkara yang selama ini menjadi perbincangan luas.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
