Indeks

Viral! Oknum Kepala Sekolah di Blora Diduga Cakar Siswa SD Hingga Luka, Netizen Geram: “Guru Itu Digugu lan Ditiru!”

Blora, Tuturpedia.com – Jagat maya, khususnya warga Blora, tengah dihebohkan oleh unggahan viral di grup Facebook “BLORA UPDATESs”. Seorang pengguna akun bernama Deandrina membagikan foto memprihatinkan yang memperlihatkan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) dengan luka cakar di bagian pipi.
Selasa, (28/04/2026).

Kejadian yang diduga berlokasi di wilayah Doplang ini menyeret nama seorang oknum Kepala Sekolah. Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, luka di wajah sang anak diduga akibat tindakan fisik yang dilakukan oleh sang pendidik.

Kronologi Unggahan yang Viral

Dalam postingan yang kini dibanjiri ratusan komentar tersebut, pengunggah meluapkan kekecewaannya.

Hati-hati sama kepsek ini lurr, iki lhoo bocah SD di Doplang dicakar raine, opo yo pantes ngunuiku dadi guru. Guru lhoo jare digugu lan ditiru, lha kok klakuane kyok kewan,” tulis akun Deandrina dalam dialek lokal.

Selain foto sang bocah, unggahan tersebut juga menyertakan foto seorang pria berseragam dinas (ASN) yang diduga merupakan oknum yang dimaksud dalam narasi tersebut.

Reaksi Keras Warganet

Kolom komentar langsung dipenuhi oleh kritik tajam dari para orang tua dan masyarakat setempat. Banyak yang menyayangkan jika tindakan kekerasan masih terjadi di lingkungan pendidikan, terlebih dilakukan oleh seorang pimpinan sekolah.

Beberapa poin reaksi netizen antara lain:

  1. Kekecewaan Orang Tua: Akun Elysh Ayuka berkomentar bahwa di zaman yang sudah canggih ini, segala tindakan kekerasan akan mudah terekam dan diketahui publik. Ia berharap guru memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi.
  2. Tuntutan Sanksi: Netizen lain meminta agar pihak berwenang segera turun tangan. Ada yang mengusulkan agar oknum tersebut diberhentikan hingga menempuh jalur hukum ke pihak kepolisian.
  3. Kekhawatiran Trauma: Warganet merasa kasihan pada sang anak (murid) karena luka fisik tersebut dikhawatirkan meninggalkan bekas atau trauma psikologis yang mendalam.

Menanti Klarifikasi Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus dibagikan ulang oleh masyarakat. Belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah yang bersangkutan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengenai kebenaran insiden ini.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi dunia pendidikan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman (safe zone) bagi anak-anak untuk belajar, bukan tempat yang meninggalkan luka fisik maupun mental.

Exit mobile version