Indeks

Viral Daftar Nama dalam Kasus MBG, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Masih Rahasia Penyidikan

Tuturpedia.com — Polemik dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik. Kali ini, perbincangan meluas setelah beredar sebuah daftar berisi sejumlah nama yang diklaim memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah diusut aparat penegak hukum.

Di tengah ramainya spekulasi yang beredar di media sosial, kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Elza Syarief, meminta publik untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Menurutnya, informasi yang saat ini beredar masih berada dalam ruang penyidikan dan belum dapat dibuka secara utuh kepada masyarakat.

“Saya enggak tahu yang beredar tuh kayak apa, karena bukan 20 nama. Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, Pro Justitia Confidential,” kata Elza Syarief dalam keterangannya yang dikutip sejumlah media pada Selasa (9/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi viral dan memicu berbagai spekulasi. Unggahan itu menyebut adanya sejumlah nama pejabat, tokoh publik, hingga figur yang memiliki posisi strategis yang diklaim masuk dalam keterangan pemeriksaan terkait dugaan korupsi MBG.

Namun hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kejaksaan Agung yang membenarkan maupun membantah daftar yang beredar tersebut. Status hukum pihak-pihak yang namanya disebut dalam unggahan media sosial itu juga belum pernah diumumkan secara resmi oleh penyidik.

Nama Disebut dalam Pemeriksaan, Bukan Daftar Baru

Elza menjelaskan bahwa publik tidak boleh menyamakan nama yang disebut dalam proses pemeriksaan dengan pihak yang telah ditetapkan bersalah atau bahkan menjadi tersangka.

Menurutnya, berbagai nama yang muncul dalam pemeriksaan merupakan bagian dari proses pendalaman penyidik untuk menggali informasi yang dibutuhkan dalam pengungkapan perkara.

“20 nama tersebut sudah diserahkan ke Kejagung) Bukan diserahin. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik,” ujar Elza.

Pernyataan itu sekaligus meluruskan anggapan bahwa tim hukum Sony baru saja menyerahkan daftar nama baru kepada Kejaksaan Agung. Elza menegaskan bahwa informasi tersebut sudah tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

Sony Ajukan Justice Collaborator

Perkembangan terbaru dalam perkara ini adalah langkah Sony Sonjaya yang mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Melalui mekanisme tersebut, Sony menyatakan kesediaannya memberikan informasi tambahan kepada penyidik guna membantu mengungkap pihak-pihak lain yang diduga mengetahui atau terlibat dalam perkara yang sedang ditangani.

Tim kuasa hukum Sony menilai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kliennya untuk membantu proses penegakan hukum berjalan lebih komprehensif.

Kuasa hukum lainnya, Krisna Murti, bahkan menyebut jumlah nama yang telah disampaikan kepada penyidik kemungkinan lebih banyak daripada yang selama ini beredar di ruang publik.

“Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian, karena break kita dalam pemeriksaan kemarin klien kami cukup lelah dan kami aman ada pemeriksaan lanjutan gak tau kapan penyidik mereka memberitahu kita dan akan mengungkap ya kemarin bilang baru sebagian saja nama-nama itu,” kata Krisna.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan bahwa penyidik masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menggali informasi tambahan dari Sony Sonjaya.

Gelombang Spekulasi di Media Sosial

Kasus MBG dalam beberapa hari terakhir berkembang menjadi salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit akun yang mengklaim memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang disebut dalam pemeriksaan.

Fenomena tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi dan interpretasi publik, bahkan sebelum aparat penegak hukum menyampaikan perkembangan resmi penyidikan.

Para pengamat hukum mengingatkan bahwa nama seseorang yang muncul dalam sebuah pemeriksaan tidak otomatis menunjukkan keterlibatan pidana. Dalam praktik penegakan hukum, penyidik kerap meminta keterangan mengenai banyak pihak untuk memetakan konstruksi perkara secara utuh.

Karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan hingga terdapat bukti yang cukup dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Menunggu Langkah Kejaksaan Agung

Saat ini perhatian publik tertuju pada langkah Kejaksaan Agung dalam menindaklanjuti berbagai keterangan yang telah diberikan Sony Sonjaya kepada penyidik.

Apakah informasi yang disampaikan melalui mekanisme justice collaborator akan membuka fakta-fakta baru? Ataukah daftar nama yang ramai diperbincangkan publik hanya sebagian kecil dari keseluruhan informasi yang dimiliki penyidik?

Jawaban atas pertanyaan tersebut masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

Yang pasti, pernyataan tim kuasa hukum Sony menunjukkan bahwa perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis belum memasuki babak akhir. Di balik daftar nama yang kini menjadi bahan perbincangan publik, masih ada proses pembuktian panjang yang harus ditempuh sebelum siapa pun dapat dinyatakan bertanggung jawab secara hukum.***

Penulis: Rizal Akbar Editor: Permadani T.
Exit mobile version