Indeks

BPR BKK Blora Tembus 5 Besar Nasional

Blora, Tuturpedia.com – Lompatan kinerja PT BPR BKK Blora (Perseroda) menjadi sorotan. Dalam kurun dua dekade, bank daerah ini berhasil mencatat pertumbuhan aset lebih dari 12 kali lipat dan kini masuk dalam lima besar nasional untuk kategori aset Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.

Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono, mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang sejak dirinya dipercaya memimpin perusahaan pada 2005. Saat itu, total aset bank bahkan belum menyentuh Rp40 miliar. Kini, angka tersebut telah melesat hingga lebih dari Rp540 miliar.

“Berdasarkan informasi, untuk kategori aset Rp500 miliar sampai Rp1 triliun, BPR BKK Blora masuk lima besar nasional. Penghargaan itu rencananya akan diberikan pada Agustus,” ujar Puguh, Kamis (30/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari soliditas internal perusahaan. Ia menilai kekompakan dan pemahaman bersama terhadap arah kebijakan menjadi kunci utama pertumbuhan.

Foto: Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono (dok. Istimewa)

“Ini berkat kerja keras seluruh jajaran yang mampu memahami arah kebijakan direksi sehingga perusahaan bisa berkembang seperti sekarang,” jelasnya.

Selain itu, konsistensi dalam menjaga tata kelola perusahaan juga menjadi faktor penting. Seluruh laporan keuangan BPR BKK Blora diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga transparansi dan kepatuhan terus dijaga.

“Yang terpenting adalah menjaga guyub rukun di internal. Itu menjadi modal utama untuk tumbuh,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi internal, kepercayaan masyarakat juga menjadi fondasi utama perkembangan bank daerah ini. Puguh menegaskan, kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan baik.

“Kepercayaan itu harus terus kami pegang. Jangan sampai BPR BKK ini goyah,” tegasnya.

Hal itu tercermin dari semakin meningkatnya jumlah nasabah yang mempercayakan simpanan maupun pembiayaan di BPR BKK Blora. Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan dalam operasional pembiayaan, namun seluruhnya dapat diatasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Ke depan, BPR BKK Blora juga akan menghadapi proses konsolidasi sesuai regulasi OJK. Seluruh BPR milik satu entitas direncanakan akan digabung menjadi satu kekuatan besar di tingkat provinsi.

“Nantinya akan dikonsolidasi menjadi satu BPR di Jawa Tengah, bahkan berpotensi menjadi BPR terbesar di Indonesia dengan aset mencapai Rp13 triliun. Tentu ini membutuhkan SDM yang benar-benar bisa dipercaya,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Puguh berharap capaian yang diraih tidak berhenti sebagai prestasi sesaat. Ia menekankan pentingnya komitmen untuk terus tumbuh dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya ingin mempertahankan, tapi terus menumbuhkan agar ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version