Blora, Tuturpedia.com – Suasana di kawasan simpang empat Tugu Pancasila Blora mendadak riuh pada Jumat siang. Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora menggelar aksi unjuk rasa damai di pusat kota. Di bawah terik matahari dan kepulan asap kendaraan, suara lantang massa aksi terdengar kompak menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak masyarakat kecil. Jumat, (19/06/2026).
Aksi dimulai dengan pembacaan “Sumpah Mahasiswa Indonesia” yang dipimpin oleh seorang orator dari atas tugu. Sumpah tersebut diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta aksi yang mengenakan atribut khas HMI berupa baret hijau hitam dan mengibarkan bendera organisasi. Sambil membentangkan kertas karton putih berisi tuntutan, mereka berhasil menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas.
Dalam orasinya, koordinator aksi, Joko, menyampaikan bahwa gerakan ini dipicu oleh keresahan mendalam atas kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. Salah satu poin krusial yang mereka soroti adalah kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
“Kenaikan PPN ini secara nyata memberikan dampak domino yang menyengsarakan. Kehidupan masyarakat kecil kian terhimpit oleh harga-harga kebutuhan yang terus mencekik. Ini adalah bentuk penindasan gaya baru!” teriak sang orator melalui pengeras suara, disambut seruan “Hidup Rakyat Indonesia!” dari massa aksi.
HMI menilai pemerintah terkesan menutup mata terhadap jeritan rakyat di tingkat bawah. Melalui momentum unjuk rasa di Tugu Pancasila—sebagai simbol dasar negara—mereka mengingatkan para pemangku kebijakan agar kembali ke jalur keadilan sosial.
Meski sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Tugu Pancasila tersendat karena beberapa kendaraan memperlambat lajunya untuk melihat aksi, unjuk rasa tetap berjalan dengan tertib dan kondusif. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan situasi dan mengatur kelancaran arus lalu lintas.
Setelah menyampaikan seluruh tuntutannya dan membacakan rilis sikap, massa HMI Blora membubarkan diri secara teratur. Mereka berjanji akan terus mengawal isu ini dan tidak ragu untuk kembali turun ke jalan jika suara rakyat tetap diabaikan oleh pemerintah.














