Blora, Tuturpedia.com – Aliansi Pekerja Seni Budaya Blora menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan perlindungan dan penghormatan terhadap profesi pekerja seni, meski kasus kekerasan yang menimpa salah satu pekerja seni di Kecamatan Tunjungan telah diselesaikan secara damai.
Melalui pernyataan sikap yang diinisiasi oleh Exi Wijaya, aliansi tersebut menyampaikan bahwa keputusan damai yang ditempuh oleh korban dan pihak terkait merupakan hak yang patut dihormati.
Namun, mereka menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa pekerja seni masih rentan terhadap tindakan merendahkan, intimidasi, hingga kekerasan saat menjalankan profesinya.
Aliansi menegaskan, audiensi yang telah direncanakan tetap akan dilaksanakan. Kegiatan ini bukan untuk memperpanjang konflik atau menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai ruang dialog, edukasi, dan refleksi bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Pekerja seni adalah profesi yang layak dihormati. Mereka berkarya, menghibur masyarakat, serta menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan kebudayaan,” demikian pernyataan sikap tersebut. Kamis, (18/06/2026).
Melalui audiensi tersebut, Aliansi Pekerja Seni Budaya Blora mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya saling menghormati, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, serta menciptakan ruang yang aman dan bermartabat bagi pekerja seni dalam berkarya.
Mereka juga menekankan bahwa perdamaian bukan berarti melupakan pelajaran dari sebuah peristiwa. Solidaritas, menurut mereka, bukan untuk membalas, melainkan menjaga martabat pekerja seni dan kebudayaan.
“Kasus boleh selesai, tetapi pelajarannya tidak boleh berhenti. Hormati pekerja seni, hormati kebudayaan, dan tolak segala bentuk kekerasan,” tegas mereka.














