News  

Simbol Keprihatinan Bangsa, Mahasiswa HMI Blora Gelar Aksi Dorong Motor dari Tugu Pancasila ke Kantor DPRD

TUTURPEDIA - Simbol Keprihatinan Bangsa, Mahasiswa HMI Blora Gelar Aksi Dorong Motor dari Tugu Pancasila ke Kantor DPRD
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Ada pemandangan yang tidak biasa di sepanjang jalan protokol Kabupaten Blora. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa unik dengan cara mendorong sepeda motor bersama-sama. Aksi “jalan kaki sambil menuntun motor” ini dimulai dari Tugu Pancasila hingga menuju Gedung DPRD Kabupaten Blora sebagai wujud protes dan keprihatinan mendalam atas situasi nasional saat ini.

Sambil melangkah kompak di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, para kader HMI yang mengenakan atribut baret hijau-hitam ini menyanyikan lagu himne organisasi mereka dengan lantang. Langkah kaki mereka juga diiringi kibaran bendera merah putih, bendera HMI, serta bendera hitam bersimbol bajak laut sebagai lambang perlawanan. Jumat, (19/06/2026).

Sentilan Keras Lewat Aksi Dorong Motor

Bukan tanpa alasan aksi dorong motor ini dipilih. Metode ini merupakan sebuah satire atau simbolisasi nyata dari beban hidup masyarakat yang kian berat. Mahasiswa ingin menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi saat ini, termasuk isu-isu krusial seperti harga kebutuhan pokok dan pajak, perlahan-lahan mulai “mematikan” daya beli dan ruang gerak masyarakat kecil—bagaikan motor yang kehabisan bahan bakar dan harus didorong secara paksa.

“Aksi ini adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan kami terhadap keresahan yang saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah,” teriak salah satu orator menggunakan pengeras suara megaphone di tengah barisan massa aksi.

Beberapa peserta aksi juga terlihat membawa kertas karton putih yang ditempelkan di bagian depan motor mereka. Salah satu tulisan yang mencolok dan menarik perhatian pengguna jalan berbunyi “Bahlil Bohongi…”, sebuah sentilan langsung yang diduga kuat mengarah pada isu kebijakan energi atau politik nasional yang tengah hangat.

Sepanjang rute long march dari Tugu Pancasila ke kantor DPRD, jalannya aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Meski memicu sedikit kepadatan arus lalu lintas, aksi berjalan dengan sangat tertib. Para pengguna jalan pun banyak yang menoleh dan mengapresiasi cara penyampaian aspirasi mahasiswa yang dinilai kreatif namun tetap sarat akan pesan kritik yang tajam.

Melalui aksi dorong motor menuju rumah rakyat ini, HMI Kabupaten Blora berharap para wakil rakyat di DPRD dapat mendengar, merasakan langsung beban “dorongan” tersebut, dan bersedia meneruskan aspirasi serta tuntutan mereka ke tingkat pemerintah pusat demi perbaikan kondisi bangsa.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026