Indeks
News  

Momentum MAYDAY! Anggota DPRD Blora, Munawar Dorong Kemudahan Investasi: Kita Harus Bersaing Rebut Hati Investor

Blora, Tuturpedia.com – Tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Blora menjadi perhatian serius bagi jajaran legislatif. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Munawar, menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang bersahabat untuk memacu pertumbuhan industri di daerah tersebut. Jumat, (01/05/2026).

Menurut Munawar, Blora saat ini sangat membutuhkan masuknya investasi agar pabrik-pabrik baru dapat berdiri dan menyerap tenaga kerja lokal. Ia mengaku prihatin melihat banyak warga Blora yang harus bersusah payah mencari pekerjaan hingga ke luar daerah.

Menyiapkan Regulasi yang “Bersahabat”

Sebagai langkah konkret, Munawar mendorong pemerintah daerah dan rekan-rekan di DPRD untuk segera menyiapkan regulasi yang memudahkan para calon investor.

“Langkah yang harus kita lakukan minimal menyiapkan regulasi yang mudah dan bersahabat bagi para investor agar nanti Blora dilirik. Kita harus sadar tingkat persaingan daerah dalam merebut hati investor itu sangat ketat,” ujar Munawar dalam sebuah pernyataan resmi, saat dihubungi awak media ini.

Ia menambahkan bahwa Blora bersaing langsung dengan kabupaten tetangga seperti Purwodadi (Grobogan), Rembang, dan daerah lainnya di Jawa Tengah.

Terlebih, adanya tren perpindahan investor dari wilayah Jakarta dan Jabodetabek ke Jawa Tengah akibat kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) harus ditangkap sebagai peluang emas bagi Blora.

Tiga Kunci Penarik Investor

Munawar menggarisbawahi tiga aspek utama yang perlu ditawarkan Blora kepada investor agar mereka tertarik menanamkan modalnya:

  1. Kemudahan Izin dan Kepastian Hukum: Regulasi yang tidak berbelit-belit menjadi poin krusial.
  2. Infrastruktur yang Memadai: Perbaikan fasilitas pendukung terus diupayakan guna menunjang operasional industri.
  3. Upah Tenaga Kerja yang Kompetitif: Munawar menilai upah yang terjangkau namun tetap adil menjadi daya tarik bagi investor untuk menekan biaya produksi.

Bukan Sekadar Jalur Alternatif

Secara geografis, Munawar mengakui bahwa Blora memiliki tantangan tersendiri karena tidak berada di jalur utama Pantura maupun dekat dengan akses jalan tol. Selama ini, Blora cenderung hanya menjadi jalur lalu lintas alternatif.

“Karena itu, kita harus berupaya mati-matian agar Blora menarik bagi investor. Saya memohon dukungan dari semua pihak, termasuk teman-teman media dan LSM, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah agar investor nyaman masuk ke sini,” pungkasnya.

Upaya sinergis ini diharapkan dapat mengubah wajah ekonomi Blora menjadi lebih mandiri dan sejahtera melalui sektor industri yang berkelanjutan.

Exit mobile version