Blora, Tuturpedia.com– Listrik padam secara tiba-tiba, meteran bermasalah, hingga gangguan jaringan saat musim hujan kerap mengganggu aktivitas masyarakat. Untuk mempermudah pelanggan mendapatkan penanganan, PT PLN (Persero) menyediakan aplikasi PLN Mobile yang memungkinkan pengaduan gangguan kelistrikan dilakukan secara praktis melalui telepon genggam. Kamis, (29/10/2026).
Melalui layanan digital tersebut, pelanggan dapat menyampaikan laporan tanpa harus datang langsung ke kantor PLN. Berbagai gangguan yang bisa dilaporkan antara lain listrik padam di rumah maupun lingkungan sekitar, masalah kWh meter dan MCB, gangguan kabel atau jaringan listrik, hingga kondisi instalasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat menyampaikan laporan dengan lebih cepat, sekaligus memudahkan pemantauan proses penanganan oleh petugas.
Lima Langkah Mudah Melapor Lewat PLN Mobile
Masyarakat yang mengalami gangguan kelistrikan dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka aplikasi PLN Mobile dan masuk menggunakan akun pelanggan.
2. Pilih menu pengaduan atau layanan gangguan kelistrikan yang tersedia.
3. Masukkan ID pelanggan atau pilih lokasi gangguan, kemudian tentukan jenis masalah yang dialami.
4. Jelaskan gangguan secara terperinci. Jika diperlukan dan aman dilakukan, sertakan foto pendukung untuk membantu petugas memahami kondisi di lapangan.
5. Kirim laporan dan pantau perkembangannya melalui aplikasi sesuai fitur yang tersedia.
Pelanggan juga diimbau memastikan nomor telepon yang terdaftar tetap aktif agar petugas dapat menghubungi mereka untuk keperluan verifikasi maupun koordinasi lokasi.
Selain melalui PLN Mobile, masyarakat dapat menghubungi Contact Center PLN di nomor 123 atau mengakses situs resmi PLN di www.pln.co.id untuk memperoleh informasi dan bantuan sesuai layanan yang tersedia.
PLN Blora Imbau Warga Waspada Gangguan Listrik Saat Musim Hujan
Seiring memasuki musim hujan, masyarakat di wilayah Kabupaten Blora diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kelistrikan. Hujan deras, angin kencang, pohon tumbang, serta dahan yang menyentuh jaringan listrik dapat mengganggu pasokan listrik dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blora mengimbau masyarakat agar tidak menebang pohon secara sembarangan, terutama pohon yang berada di dekat jaringan listrik.
Penanganan pohon yang berisiko mengenai kabel listrik perlu dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi bersama pihak terkait. Warga tidak disarankan menebang atau memangkas pohon sendiri apabila berpotensi bersinggungan dengan jaringan listrik.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Apabila terdapat pohon yang sudah terlalu dekat dengan jaringan listrik, dahan yang menyentuh kabel, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan gangguan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan PLN agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur keselamatan,” demikian imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat.
Warga juga diminta tidak menyentuh kabel yang menjuntai, tiang listrik yang rusak, maupun peralatan kelistrikan yang tergenang air. Jika menemukan kondisi berbahaya, masyarakat sebaiknya menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada PLN atau pihak berwenang.
Kolaborasi PLN dan Masyarakat untuk Menjaga Keandalan Listrik
Keandalan pasokan listrik bukan hanya berkaitan dengan kesiapan petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik.
Dengan memanfaatkan PLN Mobile, menyampaikan laporan secara jelas, serta berkoordinasi sebelum melakukan penebangan pohon di dekat jaringan listrik, potensi gangguan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.
Masyarakat diharapkan tidak menunggu hingga terjadi pemadaman atau situasi berbahaya untuk melapor. Jika menemukan indikasi gangguan, segera sampaikan informasi melalui saluran resmi PLN.
Pesan pentingnya: jangan mengambil risiko demi menyelesaikan masalah kelistrikan sendiri. Laporkan gangguan, jaga jarak dari sumber bahaya, dan koordinasikan penanganannya bersama petugas agar keselamatan warga serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
