Blora, Tuturpedia.com – Langkah perjuangan petani tebu di Kabupaten Blora terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Blora, Shoifurrofiq, turut mendampingi jajaran Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Rabu, (22/04/2026).
Kehadiran Shoifurrofiq menjadi sinyal kuat bahwa persoalan yang dihadapi petani tebu Blora tidak hanya menjadi isu sektoral, tetapi juga mendapat perhatian dari kalangan politik daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadi penghubung antara petani dan pemangku kebijakan di tingkat pusat.
“Sebagai Ketua DPD PSI Blora, saya siap menjembatani apa yang dikeluhkan para petani tebu. Kami ingin memastikan aspirasi mereka tersampaikan secara utuh, dan memperjuangkan keberlangsungan pekerjaan para petani agar perekonomian bisa kembali normal,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPC APTRI Blora, Anton Sudibyo, telah menyuarakan kondisi memprihatinkan yang dialami ribuan petani tebu.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar 30 ribu warga Blora menggantungkan hidup pada sektor ini, namun justru terpuruk akibat persoalan teknis dan manajerial di pabrik gula.
Kerusakan fasilitas produksi seperti boiler hingga proses giling yang tidak optimal dalam dua tahun terakhir disebut menjadi biang kerugian besar. APTRI juga menyoroti kinerja manajemen PT Gendhis Multi Manis yang dinilai belum berpihak kepada petani.
Tak hanya itu, kritik juga diarahkan kepada Perum Bulog yang dianggap belum memberikan solusi nyata di tengah krisis yang dialami petani. Sebagai bentuk keseriusan, APTRI Blora merencanakan langkah lanjutan dengan membawa ribuan petani ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Wakil Presiden RI terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut akan bertepatan dengan momentum peringatan hari ulang tahun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang diharapkan menjadi panggung bagi petani untuk menyuarakan kondisi riil di lapangan.
Dengan adanya dukungan dari tokoh politik seperti Shoifurrofiq, para petani berharap perjuangan mereka tidak lagi berjalan sendiri. Mereka menaruh harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan sektor tebu yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Blora.
“Ini bukan hanya soal tebu, tapi soal hidup ribuan keluarga. Kami ingin kembali tersenyum,” ujar salah satu perwakilan petani.
