Indeks
News  

Gas Nyantol, Sopir Loncat! Kendaraan Roda Tiga Milik KDMP “Kabur Sendiri” Nyemplung Sawah di Klaten

Klaten, Tuturpedia.com – Sebuah video kocak sekaligus bikin geleng-geleng kepala viral di media sosial. Sebuah kendaraan roda tiga milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendadak “berulah” hingga terperosok ke area persawahan di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peristiwa yang ramai diperbincangkan sejak Selasa (4/8/2026) itu dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Jetis, Slamet Wiyoto. Uniknya, sang kades justru mengetahui kejadian tersebut bukan dari laporan warganya, melainkan dari video yang sudah lebih dulu viral.

“Kejadian kemarin, saya dari siang sampai sore malah enggak tahu. Tahu-tahu pas viral. Saya sendiri juga enggak ngerti awalnya,” ujar Slamet saat ditemui oleh awak media di Kantor Desa Jetis, Rabu (5/8/2026).

Setelah video menyebar luas, Slamet langsung meminta klarifikasi kepada perangkat desa. Hasil penelusuran menunjukkan lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 100 meter dari kantor desa—dekat, tapi dramanya jauh.

Menurut keterangan, kendaraan roda tiga tersebut sebelumnya dipinjam untuk mengambil konsumsi dalam kegiatan rapat koordinasi sekretaris desa.

“Dipinjam dulu buat ambil konsumsi di tempat Pak Carik. Waktu berangkat masih aman, enggak ada masalah,” jelasnya.
Masalah baru muncul saat kendaraan hendak dikembalikan. Saat melintas di depan kantor desa, gas kendaraan tiba-tiba tersangkut alias “nyantol”.

Kondisi itu membuat pengemudi panik. Tanpa pikir panjang, ia memilih melompat dari kendaraan yang masih melaju.

“Gasnya nyantol, dia takut terus loncat,” tambah Slamet.

Tanpa “pilot”, kendaraan roda tiga tersebut melaju sendiri bak punya kehendak bebas—hingga akhirnya nyemplung ke sawah milik warga.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, insiden tersebut sukses mengundang tawa warganet yang menyaksikan videonya.

Dari kejadian ini, warga diingatkan bahwa selain niat baik mengambil konsumsi, memastikan kondisi kendaraan juga tak kalah penting—agar tidak berakhir “panen konten” di tengah sawah.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version