Blora, Tuturpedia.com – Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak langsung mendapat respons dari Bupati Blora, Arief Rohman, saat menggelar program Blora Menyapa di Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo, pada Rabu (4/3).
Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Nurul Hidayah Desa Jatiklampok tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai akses jalan menuju desa mereka yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Bupati Arief Rohman langsung memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, untuk segera mengukur panjang jalan yang rusak.
Ia meminta agar minimal dilakukan penanganan awal dengan pengurugan batu (grosok) agar jalan dapat dilalui lebih aman.
“Saya sengaja memilih ke sini karena di Banjarejo salah satu yang jalannya masih banyak rusak ada di sini. Tadi saat perjalanan saya minta Pak Kadis PUPR untuk mengukur berapa kilometer jalan yang rusak, minimal nanti segera digrosok dulu,” ujar Bupati Arief.
Kegiatan Blora Menyapa itu turut dihadiri Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, unsur Forkopimda, seluruh kepala OPD, serta Forkopimcam Banjarejo.
Menurut Bupati Arief, kegiatan tersebut sengaja dilakukan langsung di desa agar pemerintah daerah dapat melihat kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih banyak ruas jalan di Blora yang belum tertangani. Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah.
Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp430 miliar untuk pembangunan jalan yang bersumber dari APBD, bantuan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga skema pinjaman daerah.
“Memang belum semuanya bisa kita bangun. Kita akui masih banyak jalan yang dikeluhkan masyarakat. Tapi ini akan kita lakukan secara bertahap,” jelasnya.
Dirinya, juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan selama sisa masa kepemimpinannya.
“Kami optimistis dalam empat tahun sisa periode kedua ini, semoga jalan-jalan di Kabupaten Blora bisa semakin baik dan mulus,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jatiklampok menyampaikan bahwa kerusakan jalan dari arah Jalan Blora–Randublatung menuju desanya sudah lama dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang rusak dinilai menyulitkan akses transportasi dan membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah.
“Warga sering protes karena banyak anak sekolah yang jatuh. Kami mohon perhatian Bapak Bupati agar jalan menuju Desa Jatiklampok ini segera diperbaiki,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan penanganan sementara agar akses menuju desa mereka menjadi lebih aman dan nyaman dilalui.
















