Blora, Tuturpedia.com – Nuansa sakral dan kental akan nilai budaya mewarnai gelaran Ruwatan Massal Sukerta 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 35 keluarga sukerta dengan total sekitar 78 peserta, yang datang dengan harapan mendapatkan keselamatan serta terbebas dari sukerto atau sengkala dalam kehidupan mereka. Sabtu, (11/07/2026).
Ketua Penyelenggara Yayasan Suroya Edukasi Tunjungan, Edi Purwanto, ST, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tidak hanya datang dari wilayah Blora saja, tetapi juga dari berbagai daerah. Ia menyebutkan, peserta terjauh yang hadir langsung berasal dari Yogyakarta dan Pekalongan. Sementara itu, terdapat pula calon peserta dari Kota Chiba, Jepang, serta Merauke, Papua, yang berkeinginan mengikuti ruwatan, namun berhalangan hadir karena keterbatasan tugas.
“Ini menunjukkan bahwa tradisi ruwatan masih dipercaya dan memiliki daya tarik kuat, bahkan hingga lintas daerah dan negara,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ritual, ruwatan memiliki makna mendalam sebagai bentuk doa dan ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seseorang dijauhkan dari kesialan, marabahaya, serta berbagai sengkala dalam hidup. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam pelestarian seni budaya dan kearifan lokal khas Blora.
Dalam konteks yang lebih luas, ruwatan massal ini menjadi momentum spiritual sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi yang perlahan mulai menggeser nilai-nilai tradisional.
“Acara ini menjadi tonggak penting bahwa budaya lokal harus terus dijaga. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi perlu kerja sama semua elemen masyarakat agar identitas budaya Blora tetap lestari,” tambah Edi.
Ia juga berharap kegiatan ruwatan dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan konsep yang lebih inovatif dan mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ruh utama acara tersebut.
Rangkaian Acara Sarat Nilai Budaya
Ruwatan massal ini dikemas dengan rangkaian acara yang tidak hanya sakral, tetapi juga menghibur serta edukatif.
Adapun susunan kegiatan meliputi:
Pukul 18.00 WIB: Ruwat Bhumi
Pukul 19.00 WIB: Pentas Barongan
Pukul 19.30 WIB: Sendratari Ruwat Murwakala
Pukul 20.00 WIB: Acara inti Ruwatan Massal
Pukul 21.00 WIB: Sambutan Bupati
Pukul 21.30 WIB: Pentas Wayang oleh dalang dan pengrawit dari ISI Surakarta
Pukul 22.30 WIB: Tayub
Rangkaian tersebut menjadi perpaduan harmonis antara ritual spiritual dan pertunjukan seni tradisional yang memikat perhatian masyarakat.
Harapan Orang Tua Peserta
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Yuni Yarti, menyampaikan harapan besarnya terhadap pelaksanaan ruwatan ini. Ia mengaku mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk ikhtiar demi keselamatan dan masa depan anaknya.
“Sebagai orang tua, kami tentu ingin yang terbaik untuk anak-anak kami. Semoga dengan ruwatan ini, mereka dijauhkan dari hal-hal buruk dan diberi kehidupan yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Ia juga berharap tradisi seperti ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai spiritual yang kuat, Ruwatan Massal Sukerta 2026 di Blora menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat, sekaligus menjadi warisan berharga yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Untuk diketahui bersama bahwasanya
demi kenyamanan bersama, panitia pelaksana mengimbau seluruh penonton untuk memperhatikan beberapa hal berikut:
1.Antisipasi Kapasitas Stadium: Mengingat tingginya antusiasme penonton, kapasitas di dalam stadium memiliki batas maksimal.
2.Fasilitas Layar Lebar (Videotron): Bagi penonton yang tidak bisa masuk ke dalam area stadium karena kapasitas sudah penuh, tidak perlu khawatir. Panitia telah menyediakan area khusus di luar stadium yang dilengkapi dengan layar lebar (live streaming). Anda tetap bisa menikmati jalannya acara dengan nyaman dan seru bersama penonton lainnya.
3.Jaga Ketertiban: Mohon untuk tidak saling berdesakan di pintu masuk. Jika area dalam dinyatakan sudah penuh oleh petugas, harap dengan tertib menuju area layar lebar yang sudah disediakan.
