Blora, Tuturpedia.com – Kinerja gemilang ditorehkan PT BPR BKK Blora (Perseroda) sepanjang tahun 2025. Bank milik daerah ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp16,51 miliar atau tumbuh 22,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT BPR BKK Blora (Perseroda), Puguh Haryono, menyampaikan bahwa capaian tersebut didorong oleh peningkatan signifikan pada sektor penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat.
“Penyaluran kredit sepanjang 2025 meningkat 28,87 persen menjadi Rp405,23 miliar. Ini menunjukkan peran intermediasi kami semakin kuat, khususnya dalam mendukung pembiayaan UMKM dan sektor produktif di daerah,” ujarnya di Blora, Jumat, (10/07/2026).
Tak hanya dari sisi kredit, pertumbuhan juga terlihat pada dana pihak ketiga (DPK) yang naik 11,00 persen menjadi Rp437,01 miliar.
Kondisi ini membuat likuiditas perusahaan tetap terjaga dan mampu menopang ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Seiring dengan itu, total aset perseroan ikut meningkat 12,98 persen menjadi Rp524,38 miliar. Sementara modal inti tumbuh 8,79 persen menjadi Rp70,91 miliar.
Di tengah ekspansi tersebut, BPR BKK Blora tetap mampu menjaga kualitas aset dan tingkat kesehatan bank. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator kinerja yang solid, di antaranya Return on Assets (ROA) sebesar 4,54 persen, Return on Equity (ROE) 39,36 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM) 18,14 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 90,92 persen, serta Cash Ratio 14,24 persen.
“Fundamental perusahaan tetap kuat. Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset,” tambah Puguh.
Konsistensi kinerja tersebut juga mendapat pengakuan nasional. PT BPR BKK Blora (Perseroda) berhasil meraih skor penilaian 97,52 dengan predikat “Sangat Bagus” serta menempati peringkat kelima nasional dalam kategori BPR dengan aset Rp500 miliar hingga di bawah Rp1 triliun pada ajang penilaian InfoBank terhadap 421 BPR terbaik tahun 2026.
Menurut Puguh, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Ini bukan sekadar angka, tapi wujud kontribusi kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
