Pati, Tuturpedia.com – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan terus didorong melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Minggu, (25/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa ratusan bantuan alsintan telah disalurkan kepada kelompok tani sejak 2025 hingga 2026. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan pertanian dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pati, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Risma meminta kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar menjaga, merawat, dan memanfaatkan alat pertanian sesuai peruntukannya.
Menurutnya, bantuan alsintan tidak cukup hanya diterima, tetapi harus benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian. Perawatan yang baik juga dinilai penting agar alat dapat bertahan lama dan tidak menimbulkan biaya perbaikan yang membebani petani.
“Saya minta para Gapoktan menjaga alat-alat yang sudah diberikan dari Komisi IV dan pemerintah agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalau alat ini terawat baik, biaya perawatannya murah sehingga ongkos produksi petani ikut turun,” ujar Risma.
Ia menilai, penggunaan alsintan secara optimal dapat membantu petani menjalankan proses produksi dengan lebih efisien. Dengan demikian, petani diharapkan memperoleh manfaat nyata dari bantuan pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan biaya usaha tani.
Firman Soebagyo: Jangan Salah Gunakan Bantuan
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, berharap bantuan alsintan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani di Kabupaten Pati.
Firman menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari program pemerintah harus digunakan sesuai tujuan awal, yakni menunjang kepentingan petani. Karena itu, pengelolaan dan pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab.
“Bantuan ini kami harapkan betul-betul dijaga dan jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Tujuan bantuan ini adalah untuk kepentingan para petani, supaya biaya operasional pertanian bisa ditekan,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program yang dibahas melalui rapat Komisi IV DPR RI bersama kementerian terkait. Sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian.
Bagi petani, keberadaan alsintan diharapkan dapat membantu memperlancar pekerjaan di lahan, meningkatkan efisiensi kegiatan usaha tani, serta mendukung peningkatan produksi.
Pengawasan Pemanfaatan Jadi Kunci
Penyaluran bantuan alsintan juga membawa tanggung jawab bagi kelompok penerima. Alat pertanian yang telah diberikan perlu dikelola secara transparan, dirawat secara berkala, dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pendampingan dan memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai peruntukan. Evaluasi pemanfaatan juga penting agar bantuan tidak sekadar tercatat sebagai program penyaluran, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kegiatan produksi petani.
Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, efektivitas bantuan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat, tetapi juga pada keterampilan petani, perawatan mesin, akses sarana produksi, serta pengelolaan usaha tani.
Dengan pemanfaatan yang tepat, bantuan alsintan di Kabupaten Pati diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat perekonomian petani. Tujuan akhirnya bukan sekadar bertambahnya jumlah alat yang disalurkan, melainkan meningkatnya manfaat yang benar-benar dirasakan oleh para petani.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
