Perjalanan Sejarah Panjang Nasdem! Mencari Titik Temu di Ruang Redaksi: Saat Kritik Media Bertemu Marwah Politik

TUTURPEDIA - Perjalanan Sejarah Panjang Nasdem! Mencari Titik Temu di Ruang Redaksi: Saat Kritik Media Bertemu Marwah Politik
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com – Dinamika politik nasional memanas seiring munculnya ketegangan antara Partai NasDem dan Majalah Tempo. Dipicu oleh sampul (cover) dan laporan utama edisi 12 April 2026 bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”, partai besutan Surya Paloh ini bereaksi keras karena menganggap pemberitaan tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter dan penyimpangan kode etik jurnalistik. Jumat, (17/04/2026).

Gugatan Moral dari Daerah

Gejolak paling nyata muncul dari DPD NasDem Kabupaten Blora. Di bawah kepemimpinan Sri Sudarmini, NasDem Blora menyatakan sikap tegas mengecam narasi yang dibangun Tempo. Mereka menilai penggunaan istilah “PT” dan “Tbk” menciptakan opini menyesatkan seolah partai adalah entitas bisnis, bukan organisasi politik yang berasaskan Pancasila.

“Ini bukan lagi kritik, tapi framing yang bertujuan menggiring opini negatif sebelum publik membaca isinya secara utuh,” ujar Sri Sudarmini dalam pernyataan resminya.

Senada dengan itu, pengurus daerah mendesak adanya klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka demi menjaga kesehatan ruang demokrasi.

Bahkan, Sekretaris DPD NasDem Blora, Yuyus Waluyo, menyebut pemberitaan tersebut sebagai bentuk “pembunuhan karakter” terhadap partai dan tokoh nasional.

“Kami menilai ada upaya membentuk opini melalui visual dan narasi yang tidak berimbang. Ini berbahaya dalam ruang demokrasi,” tegasnya.

TUTURPEDIA - Perjalanan Sejarah Panjang Nasdem! Mencari Titik Temu di Ruang Redaksi: Saat Kritik Media Bertemu Marwah Politik

Respons Tempo: Maaf untuk Visual, Teguh pada Substansi

Menanggapi gelombang protes dan kedatangan pengurus NasDem ke Gedung Tempo di Jakarta, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Setri Yasra, memberikan penjelasan diplomatis. Ia mengapresiasi langkah persuasif NasDem yang memilih jalur dialog daripada tindakan anarkis.

Meskipun Setri Yasra secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas dampak emosional atau ketersingguan yang dipicu oleh desain sampul tersebut, ia menegaskan bahwa substansi berita telah melalui proses verifikasi yang sangat ketat.

“Kami berpedoman teguh pada Kode Etik Jurnalistik. Namun, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi NasDem untuk menggunakan Hak Jawab atau melapor ke Dewan Pers jika dirasa ada fakta yang keliru,” tegas Setri.

Perjalanan 15 Tahun Partai NasDem

Ketegangan ini terjadi di tengah posisi NasDem yang sedang kuat-kuatnya di kancah politik nasional. Sejak disahkan sebagai badan hukum pada 11 November 2011, partai yang mengusung semangat Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia ini menunjukkan grafik peningkatan suara yang signifikan dalam tiga pemilu terakhir (2014, 2019, dan 2024).

Bagi NasDem, menjaga citra partai adalah harga mati untuk memastikan visi restorasi—yaitu memperbaiki, memulihkan, dan mencerahkan fungsi pemerintahan sesuai cita-cita proklamasi 1945—tetap dipercaya oleh masyarakat luas.

Sengketa ini kini diarahkan pada mekanisme konstitusional sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. NasDem menuntut marwah partai tetap terjaga, sementara Tempo tetap memegang teguh fungsi pers sebagai pengawas kekuasaan (watchdog). Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi demokrasi Indonesia mengenai batas antara kebebasan berekspresi media dan tanggung jawab etis terhadap objek pemberitaan.

tuturpedia.com - 2026