Jakarta, Tuturpedia.com — Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti dinamika perombakan kabinet sebagai momentum krusial untuk memperkuat efektivitas kerja pemerintahan. Ia menegaskan, reshuffle kabinet seharusnya tidak sekadar menjadi agenda politik, melainkan langkah strategis berbasis evaluasi kinerja yang terukur. Selasa, (28/04/2026).
Menurut Firman, setiap pergantian menteri perlu diarahkan untuk meningkatkan capaian program prioritas nasional.
Pihaknya, pun mengingatkan bahwa kewenangan reshuffle memang merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia, namun pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan harapan publik terhadap perbaikan nyata dalam tata kelola pemerintahan.
“Reshuffle kabinet memang hak prerogatif Presiden, tetapi publik tentu menaruh harapan besar agar langkah ini tidak sekadar menjadi akomodasi kepentingan politik. Pergantian menteri harus berbasis pada evaluasi kinerja yang objektif, bukan kompromi kekuasaan,” ujar Firman, Senin (27/4).
Ia juga mengingatkan bahwa perombakan kabinet yang dilakukan tanpa perencanaan matang berpotensi mengganggu stabilitas internal pemerintahan. Konsistensi dalam menjalankan program strategis nasional, kata dia, harus tetap dijaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Jika reshuffle terlalu sering dilakukan tanpa arah yang jelas, justru berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di internal pemerintahan dan menghambat program strategis yang sedang berjalan,” tegasnya.
Lebih jauh, Firman menilai momentum reshuffle harus dimanfaatkan untuk menghadirkan figur-figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan profesionalisme tinggi. Kehadiran menteri yang adaptif dan responsif dinilai penting, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global serta meningkatnya tuntutan pelayanan publik.
Ia pun menekankan agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan bangsa dan bukan sekadar menjaga keseimbangan politik.
“Presiden perlu memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar untuk kepentingan bangsa, bukan sekadar menjaga keseimbangan politik semata,” pungkasnya.
Dengan pendekatan berbasis evaluasi kinerja dan penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat kabinet, Firman berharap reshuffle dapat mendorong peningkatan efektivitas pemerintahan sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.














