Dari Laut ke UMKM: Tim Pengabdian FH UNNES Dampingi Nelayan Pemalang Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan

TUTURPEDIA - Dari Laut ke UMKM: Tim Pengabdian FH UNNES Dampingi Nelayan Pemalang Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan
banner 120x600

Pemalang, Tuturpedia.com — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak cukup hanya mengandalkan hasil tangkapan laut. Dibutuhkan strategi yang mampu mengubah potensi perikanan menjadi sumber ekonomi yang lebih bernilai dan berkelanjutan. Semangat itulah yang dibawa Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) saat menggelar kegiatan pemberdayaan di KUD Mina Misoyo Sari, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus pendampingan bagi masyarakat nelayan mengenai berbagai strategi peningkatan pendapatan, mulai dari optimalisasi hasil tangkapan hingga pengembangan usaha berbasis UMKM pasca tangkap.

TUTURPEDIA - Dari Laut ke UMKM: Tim Pengabdian FH UNNES Dampingi Nelayan Pemalang Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan

Acara diikuti oleh perangkat Kelurahan Sugihwaras, pengurus koperasi, kelompok nelayan, serta warga sekitar. Kehadiran tim pengabdian mendapat sambutan hangat dari para peserta yang berharap memperoleh wawasan baru untuk meningkatkan nilai jual produk perikanan yang mereka hasilkan.

Mewakili Kelurahan Sugihwaras, Sinta menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan yang selama ini terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim Fakultas Hukum UNNES. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan hasil tangkapan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan,” ungkapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua KUD Mina Misoyo Sari, Rohim. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat memberikan manfaat nyata bagi komunitas nelayan, terutama dalam memperluas wawasan mengenai pengelolaan hasil perikanan yang lebih produktif.

“Kami merasa sangat bangga karena KUD Mina Misoyo Sari mendapatkan kesempatan menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat dari UNNES. Selama ini belum pernah ada kegiatan serupa yang dilaksanakan di sini. Materi yang disampaikan sangat membantu masyarakat untuk memahami berbagai strategi dalam mengelola hasil tangkapan nelayan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Martitah, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Martitah menjelaskan berbagai strategi yang dapat diterapkan nelayan guna meningkatkan pendapatan. Pembahasan difokuskan pada penguatan nilai tambah hasil tangkapan, perluasan akses pemasaran, penguatan kelembagaan nelayan, hingga inovasi pengolahan produk perikanan yang berpotensi memberikan keuntungan ekonomi lebih besar.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Dr. Pujiono, M.H. yang mengangkat tema “Penguatan UMKM sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Pasca Tangkap.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis produk perikanan sebagai langkah diversifikasi sumber pendapatan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penguatan sektor UMKM dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan sekaligus membuka peluang usaha baru yang lebih berkelanjutan bagi keluarga nelayan.

Diskusi berlangsung dinamis. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang mereka hadapi, mulai dari pemasaran produk, teknik pengolahan hasil laut, hingga strategi membangun usaha berbasis perikanan yang mampu bersaing di pasar.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak mengikuti praktik pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Melalui sesi ini, masyarakat memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik pengolahan yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga maupun usaha kolektif kelompok nelayan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, Tim Pengabdian Fakultas Hukum UNNES turut menyerahkan bantuan berupa satu unit box freezer ikan berkapasitas 100 liter kepada KUD Mina Misoyo Sari. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan sehingga nilai jual ikan tetap optimal.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan tim pengabdian, perangkat kelurahan, pengurus koperasi, dan para peserta. Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati makan siang bersama dengan menu bakso yang merupakan hasil olahan masyarakat nelayan setempat.

Tim pengabdian yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Martitah, M.Hum., Prof. Dr. Bestari Dwi Handayani, S.E., M.Si., Saru Arifin, S.H., LL.M., Ph.D., Natal Kristiono, S.Pd., M.H., serta Muhammad Adymas Hikal Fikri, S.H., M.H.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum UNNES berharap masyarakat nelayan di Kelurahan Sugihwaras semakin terdorong untuk mengembangkan inovasi pengolahan hasil perikanan dan memperkuat UMKM berbasis potensi lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menciptakan model pemberdayaan nelayan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Pemalang.***

Penulis: Rizal Akbar Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026