Blora, Tuturpedia.com — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Semarang, bantuan air bersih resmi disalurkan kepada masyarakat terdampak, Selasa (28/7/2027).
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara BBWS Pemali Juana dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.
Pada tahap awal, dropping air bersih difokuskan di wilayah Kecamatan Jati yang masuk dalam daerah aliran WS Jratunseluna. Empat desa menjadi sasaran, yakni Desa Singget, Desa Gabusan, Desa Tobo, dan Desa Pengkoljagong.
Masing-masing desa menerima bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih yang diperuntukkan bagi sekitar 50 kepala keluarga atau kurang lebih 100 jiwa. Secara total, bantuan yang disalurkan pada hari pertama mencapai 16.000 liter.
Perwakilan BBWS Pemali Juana Semarang, Rendra Arief selaku PPK OP ATAB, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
“Penyaluran bantuan air bersih ini adalah bagian dari upaya kami dalam merespons dampak kekeringan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan bisa tepat sasaran, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa distribusi bantuan tidak berhenti di sini. Penyaluran akan terus diperluas ke desa-desa lain yang membutuhkan, seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang SDA DPUPR Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi atas respon cepat dari Kementerian PU dan jajaran BBWS Pemali Juana. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu masyarakat, khususnya di Kecamatan Jati yang beberapa hari terakhir mengalami kesulitan air bersih.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kondisi kekeringan memang cukup dirasakan warga, dan bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dalam memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat, BBWS Pemali Juana juga membuka layanan pengaduan kekeringan. Warga yang mengalami krisis air bersih dapat melapor melalui hotline dan WhatsApp di nomor 081260000375.
Laporan dari masyarakat akan menjadi dasar percepatan penanganan dan penyaluran bantuan air bersih di wilayah terdampak lainnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan dampak kekeringan di Blora dapat diminimalisir, serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
