Blora, Tuturpedia.com – Kondisi jembatan di Dukuh Glagahan, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, kian memprihatinkan. Kerusakan serius yang terjadi pada struktur penopang dan dinding penahan tanah membuat warga setempat diliputi kekhawatiran akan potensi ambruknya jembatan yang menjadi akses vital tersebut. Selasa, (30/06/2026).
Melalui Forum Warga Jepangrejo, masyarakat secara resmi mengajukan permohonan perbaikan kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Bupati Blora pada 27 Juni 2026. Dalam surat tersebut, warga menegaskan bahwa kondisi jembatan sudah berada pada tahap yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, ditemukan sejumlah keretakan pada bagian struktur serta penurunan tanah yang cukup signifikan. Hal ini menimbulkan potensi jembatan putus sewaktu-waktu, terlebih saat dilintasi kendaraan dengan beban berat.
“Jembatan ini adalah akses utama warga. Anak-anak sekolah setiap hari melintas di sini, begitu juga aktivitas ekonomi masyarakat. Jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dampaknya akan sangat besar,” ungkap perwakilan Forum Warga Jepangrejo.
Jembatan Glagahan diketahui menjadi urat nadi penghubung antarwilayah di Desa Jepangrejo. Selain sebagai jalur mobilitas harian warga, jembatan ini juga menunjang distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian lokal.
Warga pun berharap pemerintah tidak menunda penanganan dan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mereka meminta adanya langkah konkret berupa pemugaran atau perbaikan total dalam waktu dekat demi menghindari potensi bencana.
Sebagai bentuk keseriusan, warga juga melampirkan dokumentasi kondisi riil jembatan yang menunjukkan tingkat kerusakan yang cukup parah. Surat permohonan tersebut disampaikan dengan harapan adanya respon cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Blora.
“Kami berharap ada tindakan nyata secepatnya. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegas warga.
Kini, masyarakat Jepangrejo menanti langkah cepat dari pemerintah sebelum kondisi jembatan semakin memburuk dan membahayakan keselamatan jiwa.















