Indeks
News  

Jantung Kota Jadi Pembuangan Sampah! Agus Berharap Ada Bak Sampah

Blora, Tuturpedia.com – Wajah pusat Kota Blora yang dikenal indah dan menawan di malam hari ternyata masih menyimpan persoalan klasik yang tak kunjung terselesaikan. Di balik gemerlap lampu kota, estetika kawasan “jantung kota” justru tercoreng oleh tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik strategis. Minggu, (12/07/2026).

Pantauan warga yang diketahui bernama Agus di lapangan menunjukkan, sampah plastik hingga limbah rumah tangga terlihat menumpuk di sepanjang trotoar jalan utama. Ironisnya, lokasi tersebut berada tepat di area yang telah dipercantik dengan lampu hias, pepohonan tertata, serta deretan kawasan kuliner yang ramai dikunjungi warga setiap malam.

Agus pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, keindahan kota yang sudah ditata sedemikian rupa menjadi kurang bermakna jika tidak diimbangi dengan fasilitas kebersihan yang memadai.

“Kalau malam memang indah, lampunya bagus, ramai juga. Tapi sayangnya, tempat sampah justru tidak tersedia di titik-titik penting seperti ini. Akhirnya orang buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Tumpukan sampah yang meluber hingga ke trotoar tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Kondisi ini berpotensi menurunkan citra kawasan pusat kota yang selama ini digaungkan sebagai wajah “Blora Mustika”.

Warga pun berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk mengatasi persoalan tersebut. Penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai di sepanjang jalur protokol dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat, terutama pedagang kaki lima dan pengunjung, juga dianggap penting guna menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Harapannya bukan cuma indah dilihat, tapi juga bersih dan nyaman. Kalau fasilitas ada dan kesadaran masyarakat meningkat, pasti Blora bisa benar-benar jadi kota yang membanggakan,” tambah Agus.

Dengan perhatian dan penanganan serius, warga optimistis wajah pusat Kota Blora tidak hanya sekadar cantik saat malam hari, tetapi juga bersih, sehat, dan layak dinikmati oleh semua kalangan setiap saat.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version