Pemalang, Tuturpedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Pemalang. Kali ini, istri Bupati Pemalang berinisial NFM turut dijemput petugas KPK pada Rabu (29/7/2026) dini hari.
Penjemputan dilakukan di Rumah Dinas Bupati atau Pendopo Pemalang sekitar pukul 01.41 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, NFM keluar dari pendopo dengan mengenakan rompi putih, didampingi tiga petugas KPK.
Saat awak media mencoba meminta keterangan, NFM hanya melambaikan tangan tanpa memberikan pernyataan apa pun. Ia kemudian langsung masuk ke dalam kendaraan petugas dan dibawa menuju Mapolres Pemalang.
Dalam proses tersebut, salah satu petugas KPK terlihat membawa kertas segel, menguatkan dugaan bahwa operasi ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang lebih luas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tidak hanya NFM yang diamankan. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang juga turut dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Sebelumnya, KPK telah lebih dulu melakukan penyegelan di sejumlah lokasi strategis, termasuk beberapa rumah dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang.
Pintu ruang kerja Kepala DPUPR yang berada di kompleks kantor tersebut tampak telah dipasangi stiker segel KPK, dengan akses yang ditutup rapat. Penyegelan ini diduga berkaitan erat dengan perkara korupsi yang tengah diusut.
Rangkaian tindakan KPK ini mengindikasikan bahwa kasus dugaan korupsi di Pemalang tidak hanya melibatkan satu pihak, tetapi berpotensi menyeret lebih banyak nama, termasuk lingkaran terdekat kepala daerah.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum NFM maupun pihak-pihak lain yang diamankan. Namun, langkah cepat dan masif yang dilakukan lembaga antirasuah ini menegaskan bahwa penanganan perkara tengah memasuki fase krusial.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
