News  

Enam Jembatan Sempit Tunjungan- Japah Jadi Ancaman Nyata, Warga Minta Segera Dilebarkan

TUTURPEDIA - Enam Jembatan Sempit Tunjungan- Japah Jadi Ancaman Nyata, Warga Minta Segera Dilebarkan
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Jalur penghubung Kecamatan Tunjungan menuju Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, kini kian dikeluhkan warga. Bukan tanpa alasan, sedikitnya enam jembatan di sepanjang ruas jalan tersebut dinilai sempit dan membahayakan, sehingga memicu kekhawatiran serius bagi para pengguna jalan. Rabu, (01/07/2026).

Kondisi ini membuat masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pelebaran jembatan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih parah.

Sehari-hari, jalur ini menjadi akses vital bagi aktivitas warga, mulai dari transportasi hasil pertanian hingga mobilitas ekonomi antarkecamatan.

Namun, alih-alih memberikan rasa aman, sejumlah titik justru menjadi ancaman karena kondisi infrastruktur yang tidak memadai.

Rawan Saat Kendaraan Berpapasan

Berdasarkan pantauan di lapangan, lebar jembatan yang sangat terbatas membuat kendaraan roda empat, apalagi truk, harus ekstra hati-hati saat melintas. Bahkan, tidak jarang kendaraan harus bergantian untuk melewati jembatan karena tidak cukup ruang untuk bersimpangan.

“Kalau pas mobil sama truk ketemu di atas jembatan, salah satu harus berhenti di luar dulu. Kalau sama-sama maksa, bisa bahaya karena jaraknya sangat sempit,” ujar Giono, salah satu warga yang sering melintasi jalur tersebut.

Selain sempit, pembatas beton di sisi jembatan juga terlihat mepet dengan badan jalan, mempersempit ruang gerak kendaraan. Kondisi ini semakin berisiko saat malam hari atau ketika hujan, di mana jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

Enam Titik Jadi ‘Bom Waktu’

Warga setempat telah melakukan pendataan mandiri dan menemukan sedikitnya enam jembatan dengan kondisi serupa di sepanjang jalur Tunjungan–Japah. Keenam titik ini dianggap sebagai “bom waktu” yang sewaktu-waktu bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

Apalagi, intensitas kendaraan di jalur tersebut terus meningkat, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang. Tanpa penanganan serius, potensi insiden diperkirakan akan terus bertambah.

Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora segera turun tangan dan memprioritaskan pelebaran jembatan dalam program pembangunan infrastruktur.

Pelebaran tidak hanya dinilai penting untuk keselamatan, tetapi juga untuk mendukung kelancaran arus ekonomi warga. Jalur ini merupakan nadi penghubung antarwilayah yang berperan besar dalam distribusi barang dan aktivitas harian masyarakat.

“Harapannya segera diperbaiki atau dilebarkan. Jangan sampai menunggu korban dulu baru ada tindakan,” tambah, Marno warga lainnya.

Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, warga berharap pemerintah tidak menunda lagi langkah perbaikan. Sebab, keselamatan pengguna jalan adalah prioritas yang tak bisa ditawar.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026