Indeks

Bursa Ketua PKB Blora Memanas: 19 Nama Berebut Kursi, Seleksi Ketat Gantikan Voting

Blora, Tuturpedia.com – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blora memanas. Sebanyak 19 nama resmi masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Blora periode 2026–2031 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Minggu, (19/04/2026) malam.

Forum yang digelar oleh DPC PKB Blora tersebut tak hanya menjadi ajang laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, tetapi juga momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan partai lima tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Blora periode 2021–2026, Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa mekanisme pemilihan kali ini mengalami perubahan signifikan. Sistem pemilihan yang sebelumnya mengandalkan suara dari bawah (bottom-up) kini tidak lagi menjadi satu-satunya metode.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pola tersebut berpotensi memicu konflik internal.

“Tidak menjamin jika pemilihan diserahkan sepenuhnya dari bawah akan menghasilkan pemimpin yang baik. Justru bisa memicu perselisihan,” tegasnya.

Sebagai solusi, PKB menerapkan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test/UKK). Proses ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPP, DPW, hingga kalangan akademisi guna memastikan kualitas, kapasitas, serta visi para kandidat.

Awalnya, terdapat enam nama yang telah dikantongi oleh DPP PKB, yakni Arief Rohman, Abdul Hakim (petahana), Mustopa, Maslikan, Arifin, dan Panca Rini. Nama-nama tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk internal partai, unsur Nahdlatul Ulama, serta fraksi PKB di DPR RI.

Namun dalam forum Muscab, peserta diberi ruang untuk mengusulkan kandidat tambahan. Hasilnya, muncul 13 nama baru sehingga total kandidat membengkak menjadi 19 orang.

Empat nama diusulkan oleh 10 Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan, yakni Mochamad Muchklisin, Ahmad Fahim Mulaby, M. Muklisin, dan Eva Monalisa. Sementara Yusuf Nurbaidi maju melalui jalur usulan mandiri.

Sejumlah nama lain yang turut meramaikan bursa antara lain K.H. Nasir, Abdullah Aminudin, Setya Utama, Jamuri, Munawar, Khilmi Yulian Jaya, M. Husaeni, dan Asrofin.
Tahapan selanjutnya, seluruh kandidat akan mengikuti proses UKK sebelum keputusan akhir ditetapkan oleh DPP PKB.

Mekanisme ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga solid dalam menjaga keutuhan internal partai.

Dengan banyaknya kandidat yang muncul, kontestasi Ketua DPC PKB Blora diprediksi akan berlangsung ketat dan menjadi penentu arah strategi politik partai di tingkat lokal dalam beberapa tahun ke depan.

Exit mobile version