Blora, Tuturpedia.com — Momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku jasa penukaran uang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil untuk tradisi bagi-bagi THR, bisnis ini mendadak “kaya raya” dalam waktu singkat. Kamis, (19/03/2026).
Sejumlah penyedia jasa penukaran uang mematok tarif yang cukup tinggi. Untuk penukaran pecahan Rp5.000, masyarakat harus membayar tambahan hingga Rp18 ribu per Rp100 ribu. Sementara untuk pecahan Rp2.000, biaya jasa mencapai Rp10 ribu per Rp100 ribu.
Jika dihitung, biaya penukaran tersebut setara dengan:
Pecahan Rp5.000: sekitar 18 persen
Pecahan Rp2.000: sekitar 10 persen
Angka ini tergolong tinggi, namun tetap diminati masyarakat karena faktor kepraktisan dan keterbatasan akses penukaran resmi.


Indah Putri Kurnia (27), Salah satu warga Blora mengaku tetap menggunakan jasa tersebut meski tarifnya mahal.
“Daripada antre lama atau kehabisan di bank, ya terpaksa tukar di sini. Soalnya sudah kebutuhan tiap Lebaran,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan tingginya permintaan uang pecahan kecil setiap tahun, terutama untuk tradisi berbagi kepada anak-anak saat Lebaran.
Di sisi lain, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh pelaku jasa untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat.
Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan mempertimbangkan penukaran melalui jalur resmi seperti perbankan agar terhindar dari biaya tinggi maupun potensi penyalahgunaan.
Lebaran memang membawa berkah bagi banyak pihak, namun di balik itu, ada harga yang harus dibayar demi menjaga tradisi tetap berjalan.













