News  

Ribuan Nelayan Pati ‘Kepung’ Alun-alun

TUTURPEDIA - Ribuan Nelayan Pati ‘Kepung’ Alun-alun
banner 120x600

Pati, Tuturpedia.com – Suasana Alun-alun Simpang Lima Pati mendadak berubah menjadi “lautan manusia” pada Senin pagi ini. Ribuan nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tumpah ruah menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Bukan tanpa sebab, para pejuang protein ini datang untuk menuntut keadilan terkait melambungnya harga BBM non-subsidi yang kian mencekik operasional mereka. Senin, (04/05/2026).

TUTURPEDIA - Ribuan Nelayan Pati ‘Kepung’ Alun-alun

Alun-alun Pati Lumpuh Total

Pantauan di lokasi menunjukkan kerumunan massa yang didominasi pakaian berwarna gelap dan atribut organisasi nelayan. Dengan membawa bendera Merah Putih serta berbagai spanduk bernada protes, para nelayan berkumpul sejak pukul 08.00 WIB.

Sebuah mobil Jeep terbuka dan truk dengan pengeras suara (sound system) raksasa nampak membelah kerumunan, menjadi panggung bagi para orator untuk menyuarakan kegelisahan mereka.

“BBM naik, harga ikan tak menentu. Kami melaut bukan untuk cari kaya, tapi cuma buat bertahan hidup, bolo!” teriak salah satu orator dari atas mobil komando yang disambut sorakan setuju dari ribuan massa.

Tuntutan Utama: Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

Aksi ini dipicu oleh beban biaya melaut yang terus membengkak. Nelayan menilai, harga BBM non-subsidi yang berlaku saat ini tidak sebanding dengan hasil tangkapan di laut. Dan berikut adalah poin utama tuntutan mereka:

  1. Evaluasi Harga BBM: Mendesak pemerintah menurunkan harga BBM non-subsidi khusus untuk sektor perikanan.
  2. Kemudahan Akses: Meminta birokrasi penyaluran bahan bakar dipermudah tanpa prosedur yang berbelit-belit.
  3. Kesejahteraan Nelayan: Menuntut perlindungan ekonomi bagi nelayan kecil yang paling terdampak kenaikan biaya operasional.

Penjagaan Ketat Aparat

Pihak keamanan dari Polres Pati, TNI dan Satpol PP nampak berjaga ketat di sekeliling area Alun-alun dan kantor pemerintahan setempat guna memastikan aksi berjalan kondusif. Meski suasana sempat memanas karena banyaknya massa, aksi terpantau tetap tertib dan damai.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar pusat kota Pati mengalami pengalihan. Bagi masyarakat yang hendak melintasi area Simpang Lima, disarankan untuk mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan nelayan masih mengupayakan audiensi dengan pihak eksekutif dan legislatif Kabupaten Pati untuk mendapatkan solusi nyata.

tuturpedia.com - 2026