Blora, Tuturpedia.com – Slogan “Blora Ramah Investasi” yang kerap digaungkan Pemerintah Kabupaten Blora dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora melontarkan kritik tajam atas minimnya realisasi investasi, khususnya di sektor industri yang dinilai belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Jumat, (19/06/2026).
Dalam aksi unjuk rasa yang digelar baru-baru ini, kader HMI Blora menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang dinilai masih stagnan. Salah satu indikatornya adalah minimnya kehadiran pabrik berskala besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
“Kami melihat Blora masih terasa sepi dari aktivitas industri. Padahal masyarakat sangat membutuhkan lapangan pekerjaan. Komitmen ‘Blora Ramah Investasi’ yang sudah digaungkan bertahun-tahun belum menunjukkan hasil yang nyata,” ujar salah satu kader HMI di sela aksi.
Menurut HMI, jargon ramah investasi seharusnya tidak berhenti pada dokumen perencanaan atau sekadar wacana, melainkan diwujudkan dalam langkah konkret berupa kemudahan investasi dan pembangunan industri yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lapangan Kerja Minim, Ekonomi Mandek
Minimnya industri dinilai berbanding lurus dengan sempitnya peluang kerja di Blora. Kondisi ini berdampak pada tingginya angka pengangguran serta rendahnya daya beli masyarakat.
HMI menegaskan bahwa kehadiran investasi bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dorong Dampak Multidimensi
Lebih lanjut, HMI memandang bahwa investasi yang sehat akan memberikan efek domino positif bagi daerah, di antaranya:
Sektor Ekonomi dan Sosial: Membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran serta kemiskinan.
- Kesejahteraan Warga: Meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
- Budaya dan Lingkungan: Mendorong perkembangan daerah yang dinamis namun tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
- HMI Cabang Blora menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu investasi ini. Mereka mendesak pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam menarik investor, menyederhanakan regulasi, serta memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.
“Jangan sampai slogan hanya menjadi janji tanpa bukti. Masyarakat butuh solusi nyata,” tegasnya.
Dengan tekanan dari berbagai elemen, diharapkan Pemerintah Kabupaten Blora segera mengambil langkah konkret untuk mewujudkan iklim investasi yang benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.














