Air Mata Arsenal Menetes di Budapest, PSG Ukir Sejarah dengan Gelar Liga Champions Beruntun

TUTURPEDIA - Air Mata Arsenal Menetes di Budapest, PSG Ukir Sejarah dengan Gelar Liga Champions Beruntun
banner 120x600

Tuturpedia.com – Paris Saint-Germain kembali menegaskan dominasinya di panggung tertinggi sepak bola Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung penuh tensi di Puskas Arena, Budapest, Les Parisiens sukses mempertahankan mahkota juara setelah menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Pertandingan langsung berjalan panas sejak menit-menit awal. Arsenal membuka keunggulan lebih dulu pada menit keenam lewat Kai Havertz. Berawal dari situasi bola liar di area pertahanan PSG, Havertz berhasil memanfaatkan kesempatan dengan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Matvey Safonov. Keunggulan cepat itu membuat The Gunners berada di atas angin dan semakin percaya diri mengontrol ritme pertandingan.

PSG merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, rapatnya lini belakang Arsenal membuat juara bertahan kesulitan menemukan celah. Beberapa upaya yang dibangun Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, hingga Achraf Hakimi berkali-kali kandas sebelum mampu memberikan ancaman serius ke gawang lawan.

TUTURPEDIA - Air Mata Arsenal Menetes di Budapest, PSG Ukir Sejarah dengan Gelar Liga Champions Beruntun

Memasuki babak kedua, tekanan PSG akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-62, wasit menunjuk titik putih setelah Cristhian Mosquera dianggap melanggar Kvaratskhelia di kotak terlarang. Dembele yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tembakannya mengubah skor menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan tim asal Prancis tersebut untuk mempertahankan gelar.

Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan berlangsung semakin ketat. PSG tetap menguasai bola dan terus menekan, sementara Arsenal bertahan disiplin sambil menunggu peluang serangan balik. Meski sejumlah kesempatan tercipta di kedua sisi, tidak ada tambahan gol hingga waktu normal berakhir. Babak tambahan 2×15 menit pun gagal menghasilkan pemenang.

Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti. PSG memulai dengan baik melalui Goncalo Ramos dan Desire Doue yang sukses menunaikan tugasnya. Arsenal sempat menjaga asa lewat Viktor Gyokeres dan Declan Rice, tetapi kegagalan Eberechi Eze menjadi pukulan besar. Di sisi lain, Nuno Mendes juga sempat gagal untuk PSG sehingga persaingan tetap terbuka.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Lucas Beraldo sukses mencetak gol yang membawa PSG unggul 4-3. Arsenal masih memiliki kesempatan menyamakan skor melalui tendangan Gabriel. Namun, bek asal Brasil itu gagal mengarahkan bola ke sasaran. Sepakan yang melambung di atas mistar memastikan kemenangan PSG sekaligus mengakhiri harapan Arsenal meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Keberhasilan ini membuat PSG mencatatkan prestasi istimewa sebagai salah satu klub yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions pada era modern. Di bawah arahan Luis Enrique, klub ibu kota Prancis tersebut kembali menunjukkan mental juara ketika menghadapi tekanan terbesar di panggung Eropa. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi luka yang mendalam setelah tampil luar biasa sepanjang musim, tetapi harus menyaksikan mimpi mereka sirna hanya beberapa langkah dari garis akhir.***

Penulis: Rizal Akbar Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026