Tuturpedia.com — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali menunjukkan mental juara. Ganda putra Indonesia itu sukses mempertahankan gelar China Open setelah melewati pertarungan sengit melawan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Minggu, 26 Juli 2026, Fajar/Fikri harus berjuang hingga tiga gim sebelum memastikan kemenangan. Mereka sempat kehilangan gim pertama, tetapi mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor 16-21, 21-19, 21-19.
Hasil tersebut membuat Fajar/Fikri mencatatkan prestasi istimewa. Mereka menjadi juara China Open untuk dua edisi berturut-turut, setelah sebelumnya merebut gelar pada 2025.
Pencapaian itu sekaligus menempatkan Fajar/Fikri dalam daftar pasangan elite yang mampu mempertahankan gelar China Open. Sebelum mereka, hanya tiga pasangan yang pernah melakukan hal serupa, yakni Sigit Budiarto/Candra Wijaya pada 2004-2005, Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2006-2007, serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2016-2017.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak awal. Fajar/Fikri tertinggal 9-11 saat interval gim pertama. Setelah itu, Kim/Seo mampu memperlebar jarak melalui rangkaian empat poin beruntun. Wakil Indonesia sempat berusaha mengejar, tetapi akhirnya harus menyerahkan gim pembuka dengan skor 16-21.
Situasi berubah pada gim kedua. Fajar/Fikri mencoba mengambil kendali permainan, meski Kim/Seo terus memberikan tekanan. Kedua pasangan bahkan kembali terlibat persaingan ketat hingga interval, dengan pasangan Korea Selatan unggul tipis 11-10.
Memasuki fase krusial, Fajar/Fikri berhasil menjaga ketenangan. Sebuah challenge yang berhasil menjadi salah satu momen penting bagi pasangan Indonesia untuk mengamankan gim kedua 21-19 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Di gim ketiga, kedua pasangan kembali terlibat duel sengit. Kim/Seo sempat unggul 11-10 saat interval. Namun, Fajar/Fikri tidak membiarkan pertandingan lepas begitu saja. Perlahan, mereka mampu mengejar dan membalikkan kedudukan.
Ketika reli-reli terakhir semakin menentukan, Kim/Seo gagal mengembalikan bola dengan sempurna. Poin tersebut sekaligus memastikan kemenangan Fajar/Fikri dan membuat mereka kembali mengangkat trofi China Open.
Menariknya, gelar ini menjadi kemenangan beruntun Fajar/Fikri dalam dua turnamen besar. Sebelumnya, mereka juga mengalahkan Kim/Seo di final Japan Open 2026. Dalam dua pekan, pasangan Indonesia tersebut sukses menundukkan ganda putra peringkat satu dunia sekaligus membawa pulang dua gelar.
Fajar mengakui pertandingan final China Open bukan laga mudah. Kondisi fisik mereka juga sudah terkuras setelah menjalani rangkaian turnamen yang padat.
“Kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta hasil maksimal di China Open ini. Mempertahankan gelar di sini, back to back juara juga setelah Japan Open pekan lalu. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung,” ujar Fajar, dikutip dari laman PBSI.
Ia mengatakan Kim/Seo tampil habis-habisan dan mencoba berbagai cara untuk meraih kemenangan. Di sisi lain, Fajar/Fikri harus berusaha keras mempertahankan fokus di tengah kelelahan yang mereka rasakan.
“Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia, mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu. Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan,” kata Fajar.
Kemenangan di China Open menjadi penutup manis dari dua pekan yang luar biasa bagi Fajar/Fikri. Setelah sukses di Jepang, mereka kembali berjaya di China. Kini, tantangan berikutnya menanti: Kejuaraan Dunia, dengan harapan momentum positif tersebut dapat terus berlanjut.***
Penulis: Rizal Akbar | Editor: Permadani T.















