Sejarah Baru di Pendopo Blora! Wayang Krucil Janjang Tampil Perdana, Bupati Dorong Jadi Wisata Edukasi

TUTURPEDIA - Sejarah Baru di Pendopo Blora! Wayang Krucil Janjang Tampil Perdana, Bupati Dorong Jadi Wisata Edukasi
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Sebuah momen bersejarah tercipta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Untuk pertama kalinya, kesenian tradisional Wayang Krucil asal Desa Janjang dipentaskan secara resmi di hadapan publik dan jajaran pemerintah, Sabtu (11/4/2026).

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pementasan tersebut. Ia menilai, tampilnya Wayang Krucil Janjang di pendopo menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengenalan warisan leluhur kepada generasi muda.

TUTURPEDIA - Sejarah Baru di Pendopo Blora! Wayang Krucil Janjang Tampil Perdana, Bupati Dorong Jadi Wisata Edukasi

Acara ini turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar), Dinas Pendidikan, pemerintah desa, hingga perwakilan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blora. Kehadiran pelajar tingkat SD dan SMP juga menambah semarak sekaligus menjadi bagian dari edukasi budaya secara langsung.

Pementasan Wayang Krucil dibawakan oleh dalang sepuh asal Desa Janjang, Mbah Lamto, dengan lakon “Raden Kusumo Jumeneng Noto”. Kesenian ini dikenal sebagai bagian dari tradisi sedekah bumi atau manganan masyarakat setempat, yang selama ini dijaga keberlangsungannya oleh Paguyuban Seni Sabda Pawedar.

TUTURPEDIA - Sejarah Baru di Pendopo Blora! Wayang Krucil Janjang Tampil Perdana, Bupati Dorong Jadi Wisata Edukasi

Dalam sambutannya, Bupati Arief menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga merawat identitas daerah. Ia pun mendorong agar Desa Janjang dikembangkan sebagai destinasi edukasi budaya bagi pelajar di Kabupaten Blora.

“Anak-anak sekolah nanti bisa diajak ke Janjang, agar mereka mengenal langsung kekayaan budaya dan sejarah daerahnya,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Janjang memiliki nilai historis yang kuat, tidak hanya dari sisi kesenian Wayang Krucil, tetapi juga terkait tokoh-tokoh penting Blora seperti Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara.

Ia menambahkan, kawasan makam di Desa Janjang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah sekaligus destinasi ziarah budaya. Bahkan, lokasi tersebut selama ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora.

Pementasan perdana Wayang Krucil di pendopo ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan seni tradisional lokal agar lebih dikenal luas, terutama di kalangan generasi muda. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendorong inovasi pelestarian budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

tuturpedia.com - 2026