Sate Blora Bumbunya Kacang, Dimakan Anget Rasanya Tenang. Kasus Narsum kok Nggak Mateng-mateng? Awas Pak Jaksa, Keburu Gosong Ditelan Zaman!

TUTURPEDIA - Sate Blora Bumbunya Kacang, Dimakan Anget Rasanya Tenang. Kasus Narsum kok Nggak Mateng-mateng? Awas Pak Jaksa, Keburu Gosong Ditelan Zaman!
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Ada yang berbeda di sekitaran kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Jawa Tengah. Bukan aroma bakaran sate yang menggoda selera, melainkan aroma keresahan warga yang mulai “mendidih”. Sebuah pesan menggelitik bin pedas muncul ke permukaan, mensatire penanganan kasus dugaan korupsi Narsum DPRD Kabupaten Blora yang dinilai jalan di tempat. Jumat, (03/04/2026).

“Sate Blora bumbunya kacang, dimakan anget rasanya tenang. Kasus Narsum kok nggak mateng-mateng? Awas Pak Jaksa, keburu gosong ditelan zaman!”

Begitulah bunyi satire salah satu banner yang bakal di pasang di Kejari Blora. Pantun tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan tamparan halus bagi para penegak hukum. Warga Blora yang terkenal sabar, tampaknya mulai kehilangan selera menunggu “hidangan” keadilan yang tak kunjung disajikan.

Kejari Blora Menjadi Buah Bibir

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kasus Narsum DPRD Blora telah menyita perhatian publik cukup lama. Namun, hingga kalender berganti, status tersangka yang dinanti-nanti seolah masih tersimpan rapat di dalam lemari es kejaksaan.

“Kita ini sudah lapar keadilan. Ibarat nunggu sate, kalau kelamaan dibolak-balik tapi nggak matang-matang, apinya keburu mati. Jangan sampai kasus ini cuma jadi cerita pengantar tidur yang akhirnya hilang ditelan zaman,” ujar Aliansi Orong-orong.

Jangan Sampai Gosong!

Istilah “gosong” dalam sindiran tersebut merujuk pada kekhawatiran masyarakat akan kadaluarsanya penanganan kasus atau hilangnya barang bukti seiring berjalannya waktu. Masyarakat mendesak agar Kejari Blora segera melakukan sat-set (gerak cepat) layaknya penjual sate yang cekatan melayani pembeli.

Akankah Kejari Blora segera menyajikan “kepastian hukum” yang matang dan lezat bagi rasa keadilan masyarakat? Ataukah mereka justru membiarkan bumbu kasus ini mengering tanpa hasil? Dan satu yang pasti “rakyat Blora sedang memegang sendok dan garpu, siap mengawal sampai kasus ini tuntas di meja hijau”.

tuturpedia.com - 2026