Tuturpedia.com — Kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung regional. Kali ini bukan rendang, sate, atau nasi goreng yang menjadi sorotan, melainkan camilan sederhana yang akrab di meja makan masyarakat, yakni pisang goreng.
Platform panduan kuliner global TasteAtlas merilis daftar Best Rated Southeast Asian Snacks atau camilan terbaik Asia Tenggara yang diakses pada 7 Mei 2026. Hasilnya, pisang goreng asal Indonesia menempati posisi pertama dengan skor 4,4 dari 5 bintang, mengungguli berbagai kudapan populer dari negara-negara tetangga.
Tak hanya itu, Indonesia juga menempatkan satu camilan lain di posisi tiga besar, yakni klepon yang meraih skor 4,3 bintang dan berbagi posisi elite bersama makanan penutup dari Thailand.
Capaian ini kembali menegaskan bahwa kekuatan kuliner Nusantara tak selalu datang dari hidangan besar, tetapi juga dari makanan-makanan sederhana yang tumbuh dari tradisi rumah tangga dan budaya jalanan.
Pisang Goreng, Sederhana Tapi Mendunia
Bagi masyarakat Indonesia, pisang goreng mungkin terasa terlalu akrab untuk disebut “istimewa”. Ia dijual di warung pinggir jalan, menjadi teman minum teh sore hari, hingga hadir dalam berbagai acara keluarga. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuatnya mudah dicintai banyak orang.
Dalam deskripsi TasteAtlas, pisang goreng dipuji karena perpaduan teksturnya renyah di luar, lembut di dalam serta fleksibilitas penyajiannya, mulai dari versi tradisional hingga variasi modern dengan keju, cokelat, atau gula aren.
Popularitas camilan ini juga meluas ke negara lain seperti Malaysia, Singapura, hingga Brunei, meski akar budayanya sangat kuat di Indonesia.
Daftar 5 Camilan Terbaik Asia Tenggara Versi TasteAtlas
Berdasarkan pemeringkatan terbaru, berikut lima besar camilan terbaik di kawasan Asia Tenggara:
- Pisang Goreng (Indonesia) — 4,4 bintang
Camilan berbahan dasar pisang yang digoreng dengan balutan tepung hingga keemasan.
- Khanom Krok (Thailand) — 4,3 bintang
Kue tradisional Thailand berbahan santan dan tepung beras dengan tekstur renyah di luar dan lembut di tengah.
- Klepon (Indonesia) — 4,3 bintang
Bola ketan hijau berisi gula merah cair yang dibalut kelapa parut—ikon jajanan pasar Indonesia yang tak lekang zaman.
- Khao Niao Mamuang (Thailand) — 4,2 bintang
Mango sticky rice, perpaduan mangga matang, ketan, dan santan yang telah lama menjadi simbol dessert Thailand.
- Leche Flan (Filipina) — 4,2 bintang
Puding karamel khas Filipina yang kaya rasa dan populer di berbagai perayaan keluarga.
Camilan Bukan Sekadar Makanan Ringan
Pakar gastronomi dari berbagai negara kerap menilai camilan tradisional sebagai representasi budaya paling jujur. Tidak dibuat untuk seremoni besar, tetapi hidup dalam keseharian masyarakat.
Itulah sebabnya, ketika pisang goreng dan klepon masuk daftar terbaik, yang mendapat pengakuan bukan hanya makanannya tetapi juga cerita di belakangnya, baik di pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga resep turun-temurun dari dapur rumah.
Dalam konteks itu, kemenangan ini terasa lebih bermakna. Ia menjadi pengingat bahwa kuliner Indonesia tidak selalu harus tampil mewah untuk dihormati dunia. Kadang, cukup dengan pisang matang, tepung, minyak panas dan kenangan masa kecil.
TasteAtlas dan Bagaimana Penilaian Dilakukan
TasteAtlas sendiri dikenal sebagai platform ensiklopedia kuliner global yang menghimpun penilaian dari pengguna, kritikus makanan, serta data editorial untuk memetakan makanan tradisional dunia.
Meski bukan lembaga resmi, daftar mereka kerap menjadi rujukan wisatawan internasional karena fokus pada makanan autentik dan berbasis budaya lokal. Bagi Indonesia, hasil ini tentu menjadi kabar menggembirakan sekaligus peluang untuk terus mendorong promosi kuliner tradisional ke pasar global.
Sebab di tengah gempuran makanan modern dan tren viral yang datang silih berganti, dunia tampaknya masih punya ruang besar untuk jatuh cinta pada rasa-rasa lama. Dan kali ini, cinta itu jatuh pada pisang goreng.***















