Waspada! Foto Pribadi Disalahgunakan di Aplikasi Kencan dan Pinjol, Masyarakat Diminta Lebih Hati-hati

TUTURPEDIA - Waspada! Foto Pribadi Disalahgunakan di Aplikasi Kencan dan Pinjol, Masyarakat Diminta Lebih Hati-hati
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com — Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan foto pribadi di era digital. Dalam beberapa waktu terakhir, marak ditemukan kasus di mana foto seseorang digunakan tanpa izin oleh pihak tidak bertanggung jawab di berbagai aplikasi, seperti MiChat, Omi, Tantan, hingga platform perjodohan lainnya, bahkan untuk kepentingan penipuan pinjaman online (pinjol). Selasa, (19/05/2026).

Fenomena ini kian meresahkan karena korban sering kali tidak menyadari bahwa identitasnya telah dicatut. Foto yang diambil dari media sosial atau sumber lain digunakan untuk membuat akun palsu, yang kemudian dipakai untuk menipu, menawarkan jasa ilegal, hingga mengajukan pinjaman online.

Sejumlah warga mengaku terkejut saat mengetahui foto mereka muncul di akun aplikasi kencan tanpa sepengetahuan mereka. Tak sedikit pula yang harus menghadapi konsekuensi sosial, mulai dari rusaknya reputasi hingga tekanan psikologis akibat kesalahpahaman di lingkungan sekitar.

Modus yang kerap terjadi adalah pelaku mengambil foto dari akun media sosial yang tidak diprivat, kemudian membuat profil palsu dengan identitas yang dimanipulasi. Dalam kasus pinjol, foto tersebut digunakan sebagai data pendukung untuk mengajukan pinjaman, yang pada akhirnya dapat merugikan pemilik asli foto.

Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa siapa pun berpotensi menjadi korban jika tidak berhati-hati dalam membagikan data pribadi di internet. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk membatasi akses publik terhadap foto pribadi, serta tidak sembarangan mengunggah informasi sensitif.

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan foto dirinya disalahgunakan. Langkah cepat dapat meminimalisir dampak yang lebih luas, termasuk potensi pencemaran nama baik dan kerugian finansial.

“Kesadaran digital menjadi kunci utama. Jangan mudah percaya dan selalu verifikasi jika menemukan akun mencurigakan yang menggunakan identitas orang lain,” ujar Ferry salah satu pemerhati teknologi informasi.

Pemerintah dan aparat penegak hukum juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital yang merugikan masyarakat, termasuk penindakan tegas terhadap pelaku penyalahgunaan identitas.

Dengan meningkatnya kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan aplikasi daring, serta menjaga keamanan data pribadi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026