Jatim, Tuturpedia.com — Dunia advokasi dan perjuangan keadilan di Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Mohammad Soleh, yang akrab disapa Cak Soleh, seorang advokat vokal berdarah Sampang, Madura, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) dini hari.
Kepergian pria yang dikenal kritis dan gigih memperjuangkan keadilan ini sontak menyisakan duka mendalam di berbagai kalangan. Mulai dari rekan sesama advokat, klien, hingga masyarakat luas yang pernah merasakan langsung pendampingan hukum darinya.
Nama Cak Soleh semakin dikenal luas oleh publik seiring dengan perjuangannya yang konsisten membela masyarakat kecil. Ia menjadi sosok yang tak gentar menyuarakan ketidakadilan, terutama melalui slogan yang begitu melekat di benak publik: “No Viral No Justice.” Slogan tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan cerminan dari realitas yang ia lawan.
Cak Soleh memahami bahwa banyak kasus hukum baru mendapatkan perhatian serius setelah viral di media sosial. Dari situlah, ia memanfaatkan kekuatan digital sebagai alat perjuangan untuk mengawal kasus-kasus yang kerap terabaikan.
Melalui pendekatan hukum dan kekuatan media sosial, Cak Soleh aktif mengadvokasi masyarakat yang merasa belum mendapatkan keadilan. Ia tidak hanya memberikan pendampingan hukum, tetapi juga mengangkat suara mereka ke ruang publik agar mendapat perhatian lebih luas.
Selama perjalanan kariernya, Mohammad Soleh dikenal vokal dalam mengawal berbagai kasus yang menjadi sorotan publik. Ia tak segan mengkritik kebijakan maupun aparat penegak hukum jika dinilai tidak berpihak pada keadilan. Sikapnya yang tegas dan lugas membuatnya dihormati sekaligus disegani.
Kabar wafatnya Cak Soleh pertama kali beredar melalui pesan di salah satu grup WhatsApp pendidikan profesi advokat di Jawa Timur. Dalam pesan tersebut, rekan-rekannya menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Innalilahi wa innailaihi rojiun, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Cak Sholeh (Ketua Bidang HAM DPC Peradi Surabaya). Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” demikian isi pesan yang beredar.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait penyebab meninggalnya pendiri gerakan “No Viral No Justice” tersebut. Namun demikian, kabar kepergiannya telah menyebar luas dan memicu gelombang duka di berbagai platform.
Bagi banyak orang, Cak Soleh bukan sekadar advokat. Ia adalah simbol harapan bagi mereka yang merasa suaranya tak didengar. Ia hadir di tengah masyarakat sebagai pembela yang berani, terutama bagi kaum kecil yang sering kali terpinggirkan dalam proses hukum.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia hukum, tetapi juga bagi perjuangan keadilan di Indonesia. Sosoknya yang lantang, berani, dan berpihak pada kebenaran akan selalu dikenang.
Kini, perjuangan itu seakan kehilangan satu suara penting. Namun semangat yang ia tanamkan—bahwa keadilan harus diperjuangkan, bahkan jika harus diviralkan—akan terus hidup di hati banyak orang.
Selamat jalan, Cak Soleh. Jejak perjuanganmu akan terus menginspirasi.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














