News  

Dari Tanah Samin Surosentiko, PDI Perjuangan Gelar Musran Bernuansa Budaya Jawa

TUTURPEDIA - Dari Tanah Samin Surosentiko, PDI Perjuangan Gelar Musran Bernuansa Budaya Jawa
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com — Tanah kelahiran Raden Kohar atau yang lebih dikenal sebagai Samin Surosentiko menjadi latar kuat pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Blora.

Musyawarah yang meliputi Kecamatan Randublatung, Jati dan Kradenan tersebut tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi. Nilai-nilai budaya lokal dan semangat kepahlawanan pelopor Sedulur Sikep, Samin Surosentiko, turut diangkat dalam gelaran yang berlangsung Sabtu malam (19/9/2026).

Nuansa budaya Jawa terlihat sejak pintu masuk hingga panggung utama. Ornamen gapura Jawa dan hiasan penjor atau umbul-umbul menghiasi lokasi kegiatan.

Di tengah panggung berdiri patung kepala banteng bermahkota berukuran jumbo dengan tinggi sekitar tujuh meter. Simbol tersebut menjadi bagian mencolok dari dekorasi acara.

Suasana budaya semakin terasa ketika para peserta mengenakan iket. Sejumlah kesenian tradisional juga ditampilkan, mulai dari tari tradisional setempat, cucuk lampah, hingga aksi para nenek memainkan lesung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Andita Nugrahanto, mengatakan pemilihan nuansa budaya Samin merupakan bentuk penghormatan terhadap akar budaya masyarakat Blora Selatan.

“Blora Selatan sangat kental dengan adat dan tokoh budayawan Samin Surosentiko. Ini bentuk penghormatan kami terhadap beliau sebagai tokoh adat dan budayawan yang dekat dengan masyarakat Blora,” ujar Andita.

Menurutnya, ajaran Sedulur Sikep yang diwariskan Samin Surosentiko memiliki nilai yang relevan untuk dihidupkan dalam kehidupan masyarakat, antara lain kejujuran, kesederhanaan, keteguhan memegang prinsip serta keharmonisan dengan alam.

Nilai-nilai tersebut, kata Andita, coba dihadirkan dalam pelaksanaan Musran dan Musanran yang mempertemukan struktur organisasi partai dari tingkat ranting hingga anak ranting.

“Ini untuk menghormati beliau, sosok tokoh budayawan dan tokoh adat yang sangat kental dengan warga di Blora Selatan,” katanya.

Andita menegaskan, pengangkatan budaya lokal dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata dekorasi atau simbol acara.

Menurut dia, nilai-nilai lokal menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi sekaligus upaya mempertahankan identitas budaya masyarakat Blora Selatan di tengah perubahan zaman.

“Nilai-nilai lokal tersebut kami angkat sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus untuk menjaga identitas budaya masyarakat Blora Selatan,” pungkasnya.

Diikuti 1.015 Peserta

Dari sisi partisipasi, Musran dan Musanran PDI Perjuangan Dapil 3 tersebut diikuti sebanyak 1.015 peserta dari tiga kecamatan.

Randublatung menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 446 orang. Berikutnya Kecamatan Jati sebanyak 350 peserta dan Kecamatan Kradenan sebanyak 219 peserta.

Secara kelembagaan, kegiatan tersebut melibatkan 40 desa, 33 PAC, 280 ranting, 234 dukuh dan 702 anak ranting.

Kecamatan Randublatung tercatat memiliki 18 desa, 11 PAC, 126 ranting, 103 dukuh dan 309 anak ranting.

Sementara Kecamatan Jati terdiri dari 12 desa, 11 PAC, 84 ranting, 85 dukuh dan 255 anak ranting.

Sedangkan Kecamatan Kradenan mencakup 10 desa, 11 PAC, 70 ranting, 46 dukuh dan 138 anak ranting.

Sejumlah politikus PDI Perjuangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora Andita Nugrahanto, anggota DPR RI Edy Wuryanto, Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan Jawa Tengah Dasum, serta sejumlah anggota DPRD Blora seperti Subroto, Lina Hartini, Mujoko, Bibi Hastuti, Anif Mahmudi dan Eko Adi Nugroho.

Dengan mengangkat identitas budaya Samin, Musran dan Musanran di Dapil 3 tersebut menjadi ruang pertemuan antara konsolidasi organisasi dan ekspresi budaya lokal masyarakat Blora Selatan.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026