News  

Hari Tani Nasional, Warga Jateng Tempuh Ratusan Kilometer: Lari 150 Km dari Lawu dan Jalan Kaki 39 Km dari Ungaran

TUTURPEDIA - Hari Tani Nasional, Warga Jateng Tempuh Ratusan Kilometer: Lari 150 Km dari Lawu dan Jalan Kaki 39 Km dari Ungaran
banner 120x600

Semarang, Tuturpedia.com — Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Jawa Tengah bakal diwarnai aksi simbolik warga yang menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Jumat, (18/09/2026).

Aksi tersebut digelar oleh koalisi masyarakat yang tergabung dalam gerakan Jateng Guyub pada 22–24 September 2026. Mengusung tema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan”, rangkaian kegiatan tersebut membawa sejumlah tuntutan terkait agraria, pangan, lingkungan, dan konflik lahan.

Dua aksi fisik menjadi pembuka rangkaian kegiatan pada 22 September 2026. Peserta akan melakukan lari sejauh 150 kilometer dari kawasan Cemoro Sewu, Gunung Lawu, menuju Semarang.

Pada waktu yang sama, aksi lainnya dilakukan dengan jalan kaki sejauh 39 kilometer dari kawasan Candi Gedong Songo, Ungaran, menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Kedua perjalanan tersebut disebut sebagai aksi simpatik untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana atau aktivitas eksploitasi geothermal yang dinilai berkaitan dengan keberlanjutan kawasan lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

Setelah tiba di Semarang, rangkaian aksi dilanjutkan pada 23 dan 24 September 2026.

Salah satu agenda utama adalah aksi dan audiensi yang disebut sebagai “Somasi Gubernur Jateng”. Dalam agenda tersebut, massa berencana menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Di antaranya mendesak pemerintah menyelesaikan berbagai konflik lahan, mengawal RUU Reforma Agraria Sejati, serta mendorong Jawa Tengah menjadi daerah yang memperkuat sektor pangan.

Jateng Guyub juga membawa tuntutan agar pembangunan di Jawa Tengah lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Selain persoalan agraria dan pangan, peserta aksi juga menyerukan pembebasan terhadap pejuang lingkungan dan petani yang menurut mereka mengalami kriminalisasi.

“Jawa Tengah sebagai lumbung pangan, bukan pertambangan,” menjadi salah satu pesan yang dibawa dalam rangkaian aksi tersebut.

Tak hanya aksi massa, kegiatan juga akan diisi mimbar bebas sebagai ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan solidaritas.

Suasana kemudian akan dilanjutkan melalui Panggung Rakyat, yang menghadirkan pertunjukan seni, teatrikal, dan musik sebagai bagian dari ekspresi masyarakat dalam memperingati Hari Tani Nasional.

Dengan menempuh perjalanan 150 kilometer dari Lawu dan 39 kilometer dari Ungaran, peserta Jateng Guyub ingin menjadikan momentum Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi ruang untuk menyampaikan aspirasi mengenai masa depan agraria, pangan, lingkungan, dan ruang hidup masyarakat Jawa Tengah.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026