Blora, Tuturpedia.com — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Blora mengingatkan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar tetap mempertahankan tradisi berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat. Namun, sikap kritis tersebut dinilai harus dibarengi kemampuan membaca data, memahami regulasi, serta menawarkan solusi yang dapat diterapkan.
Pesan itu disampaikan Korpres MD KAHMI Blora sekaligus anggota DPRD Kabupaten Blora, Mochamad Muchklisin atau akrab disapa Cak Sin, saat menghadiri pelantikan HMI Cabang Blora masa bakti 2026-2027 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (21/9).
Menurut Cak Sin, sikap kritis merupakan bagian penting dari karakter insan akademis. Namun, kritik tidak boleh berhenti pada penyampaian pendapat tanpa ditopang data dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan.
“Kritis bisa menjebak diri kita sendiri. Kritis di sini, insan akademis harus tahu data dan membangun,” ujar Cak Sin.
Ia mengapresiasi langkah HMI yang sebelumnya melakukan audiensi di Gedung DPRD Blora untuk membahas keberadaan sumur rakyat serta regulasi pengelolaan dan pemanfaatannya.
Bagi Cak Sin, persoalan sumur rakyat tidak cukup dilihat hanya dari sisi kebijakan. Ada aspek regulasi, ekonomi masyarakat, peluang keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, UMKM hingga potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang perlu dikaji secara lebih komprehensif.
“Regulasi itu tidak ada pintu masuk income PAD. Apakah tidak ada solusi? Sampai sekarang belum ada,” katanya.
HMI Diminta Tak Sekadar Menjadi Pengkritik
Cak Sin menegaskan, berbagai persoalan yang muncul di daerah harus dibaca sebagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda, khususnya kader HMI.
Menurutnya, apabila potensi ekonomi daerah tidak dikelola secara optimal, persoalan tersebut dapat berimbas pada terbatasnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya pengangguran.
Karena itu, kader HMI diharapkan mampu melampaui peran sebagai kelompok yang hanya memberikan kritik. Tradisi intelektual harus diarahkan untuk melahirkan gagasan dan solusi.
“Peluang sekaligus tantangan akan ada pengangguran, solusi insan pencipta,” tegasnya.
Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan karakter HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tradisi intelektual dan pengabdian kepada masyarakat.
Kader HMI, lanjut Cak Sin, perlu memperkuat kemampuan analisis, keberanian menyampaikan gagasan, sekaligus kesiapan mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tetap Kritis, Tetapi Jangan Kehilangan Identitas
Selain mendorong kader agar kritis dan solutif, Cak Sin juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas ke-HMI-an ketika kader nantinya terjun ke berbagai ruang pengabdian.
Ia menyampaikan prinsip bahwa HMI tidak ke mana-mana, tetapi ada di mana-mana.
“Artinya bisa di mana-mana, tapi tetap HMI,” ujarnya.
Menurutnya, kader HMI dapat berkiprah di berbagai bidang, mulai pemerintahan, politik, dunia usaha, masyarakat hingga sektor profesional. Namun, luasnya ruang pengabdian tersebut tetap harus dibarengi dengan konsistensi menjaga nilai dan identitas organisasi.
Cak Sin berharap kader HMI Cabang Blora mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan daerah.
Tradisi berpikir kritis, menurutnya, harus tetap menjadi kekuatan HMI. Tetapi kritik tersebut akan semakin bermakna apabila dibangun di atas data, pemahaman regulasi, kajian kondisi masyarakat, serta keberanian menawarkan gagasan konstruktif.
Sementara itu, Joko Agung Purnomo terpilih sebagai Ketua HMI Cabang Blora masa bakti 2026-2027. Ia bersama jajaran pengurus lainnya dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (21/9).
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














