Mengejutkan! Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Ternyata Tak Sampai Separuh Anggaran Kipas Kopdes Merah Putih

TUTURPEDIA - Mengejutkan! Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Ternyata Tak Sampai Separuh Anggaran Kipas Kopdes Merah Putih
banner 120x600

Tuturpedia.com — Ada perbandingan angka yang belakangan terasa sulit untuk diabaikan. Timnas Spanyol membawa pulang hadiah utama US$51 juta atau sekitar Rp915 miliar setelah menjuarai Piala Dunia 2026, Senin 20 Juni lalu. Sementara di Indonesia, polemik pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel Merah Putih) mencuat karena nilainya disebut mencapai Rp1,8 triliun.

Spanyol mendapatkan hadiah tersebut setelah menundukkan Argentina 1-0 dalam laga final Piala Dunia 2026. Gelar itu membuat La Roja berhak atas hadiah uang terbesar yang disiapkan FIFA untuk sang juara. Jika sekadar dibandingkan dari nominal, anggaran kipas Kopdes bahkan hampir dua kali lipat dari hadiah yang diterima tim juara dunia.

Tentu, keduanya bukan dua hal yang bisa apple to apple. Hadiah Piala Dunia merupakan uang penghargaan atas prestasi olahraga, sedangkan anggaran Kopdes merupakan belanja untuk sebuah program pemerintah. Namun, perbandingan ini menarik karena sama-sama berbicara dalam skala ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Polemik anggaran kipas tersebut muncul dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026. Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan informasi pengadaan kipas angin dalam jumlah besar untuk Kopdes/Kel Merah Putih. Nilai pengadaan yang disebut mencapai Rp1,8 triliun itu kemudian menjadi sorotan karena dianggap perlu diperjelas dasar perhitungan dan mekanismenya.

TUTURPEDIA - Mengejutkan! Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Ternyata Tak Sampai Separuh Anggaran Kipas Kopdes Merah Putih
Mengejutkan! Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Ternyata Tak Sampai Separuh Anggaran Kipas Kopdes Merah Putih 4

Ferry mengatakan pengadaan tersebut tidak berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi. Ia juga menyatakan tidak mengetahui secara rinci proses maupun pihak yang menangani pengadaan tersebut.

Perhatian terhadap perkara ini semakin besar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa pemerintah dilakukan berdasarkan kebutuhan yang jelas dan perencanaan yang matang. KPK juga menekankan pentingnya penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara wajar untuk mencegah potensi penggelembungan harga.

Selain soal harga, proses pengadaan juga memiliki sejumlah titik rawan yang perlu diawasi, mulai dari kemungkinan pengondisian pemenang tender hingga pemecahan paket pekerjaan untuk menghindari ketentuan tertentu. KPK mendorong pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan, bukan baru setelah muncul persoalan.

Program Kopdes/Kel Merah Putih sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang dirancang dalam skala nasional. Dengan jumlah koperasi yang mencapai puluhan ribu unit, kebutuhan fasilitas penunjang tentu menjadi bagian dari persiapan operasional. Namun, skala program yang besar juga berarti anggaran yang digunakan tidak kecil.

Karena itu, pertanyaan publik kini bukan sekadar soal kipas angin. Yang lebih penting adalah siapa yang mengadakan, berapa harga sebenarnya, berapa unit yang dibutuhkan, dan bagaimana angka Rp1,8 triliun itu dihitung.

Di satu sisi, Spanyol membutuhkan 120 menit pertandingan untuk memastikan diri sebagai juara dunia dan membawa pulang Rp915 miliar. Di sisi lain, anggaran pengadaan kipas Kopdes disebut mencapai Rp1,8 triliun hampir dua kali lipat hadiah yang diterima juara Piala Dunia.***

Penulis: Rizal Akbar | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026