Keluarga Terencana Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Edy Wuryanto Tekankan Pentingnya Gizi dan Perencanaan Sejak Dini

TUTURPEDIA - Keluarga Terencana Jadi Kunci Generasi Emas 2045, Edy Wuryanto Tekankan Pentingnya Gizi dan Perencanaan Sejak Dini
banner 120x600

Rembang, Tuturpedia.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendorong setiap keluarga di Indonesia untuk memiliki perencanaan matang sejak dini sebagai fondasi utama dalam mencetak Generasi Emas 2045. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar di Gedung KUD Mina Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Edy, perencanaan keluarga bukan hanya soal jumlah anak, tetapi juga menyangkut kesiapan orang tua dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, serta pemenuhan gizi yang optimal bagi anak.

“Setiap warga Indonesia hendaknya memiliki rencana dalam berkeluarga. Entah mau punya anak satu, dua, atau tiga, yang terpenting adalah terencana agar orang tua mampu memberikan pengasuhan, pendidikan, dan gizi yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Generasi Emas 2045 harus diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang sehat, kuat, dan cerdas. Salah satu tantangan besar yang masih dihadapi saat ini adalah tingginya angka stunting, yang harus ditekan melalui intervensi gizi sejak dini, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam kesempatan tersebut, Edy juga membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat. Ia mengaku tumbuh dalam kondisi ekonomi sederhana, dengan akses gizi yang terbatas.

“Ibu saya tidak lulus SD, bapak pegawai negeri rendahan. Dulu makanan kami getuk, tiwul, singkong. Untuk makan ikan saja sulit. Berbeda dengan sekarang, apalagi di Rembang yang dekat laut, akses protein jauh lebih mudah,” kenangnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Prof. Budi Setiyono, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat upaya penurunan stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini secara khusus menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Pemberian MBG bagi ibu hamil bertujuan mencegah anemia dan kekurangan energi kronis agar bayi lahir sehat. Untuk ibu menyusui, program ini mendukung kualitas ASI, sedangkan pada balita difokuskan untuk mencegah stunting dan memantau tumbuh kembang,” jelasnya di hadapan lebih dari 400 warga Kecamatan Kragan.

Dari sisi capaian daerah, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudin, melaporkan bahwa hingga Juni 2026, peserta baru program Keluarga Berencana (KB) telah mencapai 47,66 persen atau 4.944 dari target 10.373 peserta. Sementara khusus di Kecamatan Kragan, capaian berada di angka 37,18 persen.

Selain itu, tiga desa di Kabupaten Rembang telah berhasil menyandang status Kampung Keluarga Berkualitas tingkat berkelanjutan, yakni Desa Sendangmulyo, Desa Woro, dan Desa Sumbergayam.

Pemerintah berharap sinergi antara peningkatan kepesertaan KB, penguatan program Bangga Kencana, serta pemenuhan gizi berkelanjutan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026