Blora, Tuturpedia.com – Keberadaan instalasi kabel internet yang kian menjamur di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dikeluhkan warga. Pemasangan yang dinilai asal-asalan, tanpa perawatan, serta minim pengawasan dari dinas terkait dianggap membahayakan pengguna jalan dan merugikan daerah dari sisi pendapatan.
Sugeng, salah satu tokoh masyarakat yang sekaligus sekaligus dari ormas Lindu Aji Blora, menyatakan keprihatinannya atas semrawutnya jaringan kabel yang masuk hingga ke pelosok desa dan contohnya di kawasan hutan Blora-Cepu. Senin, (23/02/2026).
“Pemasangannya terkesan asal-asalan, tidak ada perawatan maupun pemantauan. Di kawasan hutan Blora-Cepu itu banyak kabel yang membahayakan kalau ada pohon tumbang,” tuturnya.
Keamanan dan Izin Dipertanyakan
Selain masalah estetika dan keamanan fisik, warga juga mempertanyakan legalitas dari perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet (ISP) tersebut. Meskipun server pusat mungkin memiliki izin, namun teknis pemasangan di lapangan seringkali menumpang di pohon-pohon atau tiang yang tidak semestinya.
Pihaknya khawatir jika kabel yang putus atau tiang yang roboh dapat mencelakai masyarakat sekitar, mengingat banyaknya jaringan “liar” yang terus bertambah.
Harapan Penertiban dan Potensi PAD
Ia, berharap Pemerintah Kabupaten Blora melalui dinas terkait dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk melakukan penertiban. Selain demi ketertiban umum, penataan ini diharapkan dapat memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.
“Harapannya agar lebih tertib. Kalau ditertibkan, setidaknya pajak itu bisa masuk sebagai PAD untuk Kabupaten Blora. Kedepanya jika tak ditertibkan, kita akanelakukan audensi,” tutupnya














