News  

Jateng Guyub Jalan Kaki dari Gedong Songo ke Kantor Gubernur, Suarakan Penolakan Geothermal

TUTURPEDIA - Jateng Guyub Jalan Kaki dari Gedong Songo ke Kantor Gubernur, Suarakan Penolakan Geothermal
banner 120x600

Semarang, Tuturpedia.com – Suara penolakan terhadap rencana pengembangan energi panas bumi di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Tengah bakal kembali disuarakan melalui aksi jalan kaki. Gerakan masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub menjadwalkan Aksi Jalan Kaki Budaya pada 22–24 September 2026.

Aksi tersebut akan mengambil rute dari kawasan Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang. Jumat, (18/09/2026).

Dengan mengusung tagar #SAVEUNGARAN, #SAVELAWU, #Jateng Guyub Jalan Kaki dari Gedong Songo ke Kantor Gubernur, Suarakan Penolakan Geothermal dan #JatengGuyub, aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pegiat lingkungan dan budaya. Mereka hendak menyampaikan aspirasi mengenai perlindungan kawasan pegunungan, sumber air, ekosistem, serta situs budaya.

Jateng Guyub menilai kawasan pegunungan tidak semata-mata memiliki nilai ekonomi dan energi, tetapi juga menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat.

Karena itu, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan secara serius aspek lingkungan, sumber air, budaya, serta kehidupan warga dalam setiap rencana pengembangan geothermal.

“Aksi Jalan Kaki Budaya” juga diposisikan sebagai simbol perjalanan masyarakat dari kawasan yang dianggap memiliki nilai sejarah dan budaya menuju pusat pemerintahan Jawa Tengah.

Para peserta nantinya akan menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah provinsi setelah tiba di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Mereka mengkhawatirkan aktivitas seperti pembukaan akses, pembangunan infrastruktur dan kegiatan eksplorasi apabila dilakukan di kawasan sensitif dapat berdampak terhadap ekosistem dan sumber air. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan mereka meminta proses pengembangan geothermal dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat.

Namun, isu geothermal di Jawa Tengah memiliki konteks yang perlu dibedakan. Pemerintah sebelumnya menegaskan Gunung Lawu tidak lagi masuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tidak terdapat proses lelang maupun aktivitas eksplorasi di kawasan Gunung Lawu. Pemerintah menyebut rencana WKP Lawu yang diajukan sebelumnya telah dihapus.

Di sisi lain, pada 2026 muncul pembahasan mengenai potensi panas bumi di Jenawi, Karanganyar, yang berada di kawasan lereng Lawu. Hal ini kemudian menjadi salah satu isu yang dipertanyakan masyarakat dan aktivis dalam audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Jateng Guyub sendiri menyatakan aksi 22–24 September bukan sekadar persoalan energi. Momentum tersebut juga dikaitkan dengan Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September.

Gerakan tersebut membawa isu lebih luas mengenai tanah, air, pangan, lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

Aksi jalan kaki dari Gedong Songo menuju pusat pemerintahan Jawa Tengah diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka sekaligus mengajak pemerintah memastikan kebijakan pembangunan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Bagi peserta aksi, menjaga kawasan pegunungan berarti menjaga sumber air, ruang hidup masyarakat dan warisan budaya yang memiliki nilai bagi generasi mendatang.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026