News  

Haru di HUT Bhayangkara ke-80! Gowes Demi Bertemu Kapolres, Warga Blora Titip Pesan Menyentuh: “Jangan Lupakan Kami”

TUTURPEDIA - Haru di HUT Bhayangkara ke-80! Gowes Demi Bertemu Kapolres, Warga Blora Titip Pesan Menyentuh: “Jangan Lupakan Kami”
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Kabupaten Blora tahun ini tak hanya diwarnai seremoni dan kegiatan formal, tetapi juga menghadirkan kisah haru yang menyentuh hati. Seorang warga nekat bersepeda demi bisa bertemu langsung dengan Kapolres Blora, dalam sebuah momen penuh kehangatan yang tak terlupakan. Rabu, (01/07/2026).

Warga tersebut diketahui bernama Wibowo, sosok sederhana yang sebelumnya sempat mencuri perhatian lewat “surat cinta” berisi doa tulus untuk Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto. Kali ini, ia kembali menunjukkan rasa hormat dan kedekatannya dengan cara yang lebih personal dan penuh makna.

Gowes Penuh Tekad Demi Sebuah Pertemuan

Di tengah suasana peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Wibowo datang dengan sepeda yang ia kayuh sendiri. Perjalanan tersebut bukan sekadar fisik, melainkan juga simbol ketulusan dan rasa hormatnya kepada sosok Kapolres yang ia anggap dekat dengan masyarakat.

Sesampainya di lokasi, suasana pun berubah hangat. Dengan wajah penuh semangat bercampur haru, Wibowo akhirnya bisa bertemu langsung dengan AKBP Wawan Andi Susanto.

Tak datang dengan tangan kosong, Wibowo membawa sebuah bingkai foto yang berisi potret dirinya bersama Kapolres. Foto tersebut ia serahkan langsung sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus ungkapan rasa bangganya.

Momen Haru: Antara Kebanggaan dan Kekhawatiran

Pertemuan itu berlangsung penuh keakraban. Senyum mengembang dari kedua belah pihak, namun di balik itu tersimpan rasa haru yang mendalam.

Dengan suara lirih namun penuh keteguhan, Wibowo menyampaikan harapannya. Ia mengaku tidak ingin Kapolres Blora tersebut dipindah tugas ke daerah lain, khususnya ke Jawa Timur.

“Jangan pindah, Pak… Blora masih butuh,” kira-kira pesan sederhana namun sarat makna yang ia sampaikan.

Tak hanya itu, Wibowo juga menitipkan harapan agar Kapolres tidak melupakan masyarakat Blora, siapapun dan dimanapun nantinya bertugas.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Di mata Wibowo dan banyak warga lainnya, AKBP Wawan Andi Susanto bukan sekadar pimpinan kepolisian, melainkan sosok pemimpin yang humanis, dekat, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Dari Surat Cinta ke Pertemuan Nyata

Momen ini menjadi kelanjutan dari kisah sebelumnya yang sempat viral di kalangan masyarakat Blora, ketika Wibowo menuliskan doa tulus di atas secarik kertas sederhana.

Tulisan tangan itu berisi ucapan terima kasih, doa kesehatan, serta harapan agar Kapolres selalu amanah dan sukses dalam kariernya. Meski sederhana, pesan tersebut menggambarkan kedalaman rasa hormat seorang warga kepada aparat yang ia percaya.

Kini, doa itu seakan menemukan bentuk nyata dalam sebuah pertemuan langsung yang penuh emosi.

Simbol Kedekatan Polisi dan Rakyat

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat bisa terjalin bukan hanya melalui tugas formal, tetapi juga melalui pendekatan kemanusiaan.

Kapolres Blora sendiri dikenal aktif turun langsung ke lapangan, menyerap aspirasi warga, dan membangun komunikasi yang terbuka. Hal itulah yang membuat masyarakat merasa memiliki kedekatan emosional yang kuat.

Momen seperti ini menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Harapan untuk Blora yang Lebih Baik

Di tengah peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, kisah Wibowo menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan hati.

Warga Blora pun berharap, sinergi yang telah terjalin baik ini dapat terus dipertahankan. Sosok pemimpin yang humanis seperti AKBP Wawan Andi Susanto diharapkan mampu terus menjadi inspirasi, baik di Blora maupun di tempat tugas berikutnya.

Sementara itu, pesan sederhana dari Wibowo akan selalu membekas:

“Jangan lupakan Blora.”

Sebuah kalimat singkat, namun sarat makna tentang cinta, harapan, dan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026