Tuturpedia — Di tengah citranya sebagai salah satu pesepak bola dengan pendapatan tertinggi di dunia, Erling Haaland justru membuat keputusan yang jauh dari kesan glamor. Penyerang andalan Timnas Norwegia dan Manchester City itu menggelontorkan sekitar 1,3 juta kroner Norwegia atau sekitar US$134.000 (sekitar Rp2 miliar) untuk membeli sebuah buku berusia lebih dari empat abad yang kemudian langsung ia serahkan kepada publik.
Buku yang dibeli Haaland adalah edisi cetak tahun 1594 dari Heimskringla, sebuah karya monumental yang dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah dan identitas bangsa Norwegia. Menurut laporan Reuters pada 25 Maret 2026, pembelian tersebut memecahkan rekor sebagai transaksi buku termahal yang pernah terjadi di Norwegia.
Namun, yang membuat kisah ini lebih istimewa bukanlah nilai bukunya, melainkan keputusan Haaland setelah berhasil memilikinya.
Alih-alih menyimpannya sebagai koleksi pribadi, pemain berusia 25 tahun itu mendonasikan satu-satunya salinan yang masih bertahan tersebut kepada Perpustakaan Bryne, kota tempat ia tumbuh besar di wilayah Jæren, Norwegia barat. Ia hanya mengajukan satu syarat sederhana.
“Saya ingin buku itu selalu dipajang dalam keadaan terbuka sehingga siapa pun bisa membaca kisah tentang orang-orang yang berasal dari tempat saya berasal, dari Bryne dan Jæren.”
Pernyataan tersebut disampaikan Haaland melalui keterangan resmi Pemerintah Kota Time dan dikutip sejumlah media internasional, termasuk BBC Sport dan Reuters.
Jejak Raja-Raja Viking yang Membentuk Norwegia
Heimskringla bukan sekadar buku tua bernilai tinggi. Karya tersebut merupakan kumpulan 16 saga yang mengisahkan perjalanan para raja Norwegia sejak masa legenda hingga Abad Pertengahan, termasuk kisah tokoh-tokoh Viking yang menjadi fondasi sejarah kerajaan Norwegia.
Naskah aslinya ditulis sekitar tahun 1230 oleh sejarawan sekaligus penyair Islandia, Snorri Sturluson, yang hingga kini dikenal sebagai salah satu penulis paling berpengaruh dalam sejarah Skandinavia.
Selama berabad-abad, kisah-kisah itu diwariskan melalui tradisi lisan dan manuskrip yang disalin secara manual. Baru pada 1594, kisah tersebut dicetak menjadi buku di Norwegia, menjadikannya edisi cetak pertama dari karya sejarah nasional Norwegia sekaligus salah satu artefak budaya paling penting di negara itu.
Haaland: “Saya Bukan Pembaca yang Rajin”
Dalam pernyataannya, Haaland bahkan mengakui dirinya bukan sosok yang tumbuh sebagai pencinta buku.
“Saya sendiri tidak pernah menjadi pembaca yang rajin.”
Namun pengalaman hidupnya membuatnya percaya bahwa buku mampu membuka jalan bagi banyak orang untuk bermimpi.
“Saya sedang menjalani mimpi saya, tetapi sayangnya kesempatan itu hanya dimiliki segelintir orang. Saya melihat bagaimana buku memberi jauh lebih banyak orang kesempatan untuk bermimpi, melihat kemungkinan baru, dan menemukan jalannya sendiri.”
Pesan tersebut kemudian menjadi dasar mengapa buku berharga itu tidak disimpan di ruang koleksi pribadi, melainkan ditempatkan di perpustakaan agar dapat diakses masyarakat luas, terutama generasi muda.
Hadiah untuk Kampung Halaman
Pemerintah Municipality Time menyebut hadiah dari Haaland bukan hanya akan menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga bagian dari program literasi bagi pelajar. Buku tersebut akan dipamerkan secara permanen dengan sistem pengamanan khusus, sementara sekolah-sekolah di wilayah Bryne akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan membaca yang berkaitan dengan sejarah lokal dan budaya Viking.
Di lapangan, Haaland dikenal sebagai mesin gol yang membawa Norwegia kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian hampir tiga dekade. Di luar lapangan, tindakannya kali ini menunjukkan sisi lain seorang bintang sepak bola untuk menjaga warisan sejarah agar tidak hanya menjadi milik museum atau kolektor, tetapi tetap hidup di tangan masyarakat.
Di era ketika barang langka kerap berakhir di ruang penyimpanan pribadi para miliarder, Haaland memilih jalan berbeda. Ia membeli sepotong sejarah bangsanya lalu mengembalikannya kepada publik agar dapat dibaca oleh siapa saja, dari generasi ke generasi.***
