Jakarta, Tuturpedia.com – Film keluarga dan remaja terbaru berjudul MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula resmi memperkenalkan diri kepada publik melalui agenda special screening dan konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (15/6/2026). Film produksi Panen Entertainment ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 Agustus 2026.
Menjelang penayangannya, Panen Entertainment menggelar pemutaran khusus sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses produksi film. Dukungan tersebut datang dari sejumlah lembaga pemerintah hingga insan perfilman internasional yang turut memberikan pengakuan terhadap kualitas film ini.
Dalam keterangan resminya, Panen Entertainment menyampaikan bahwa sebuah film tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama banyak pihak yang terlibat di balik layar.
“Tanpa kerja sama dan kolaborasi banyak pihak, kami tak akan bisa sampai di titik ini,” tulis Panen Entertainment dalam siaran persnya.
Salah satu dukungan datang dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sebagai lembaga yang fokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Kemenko PMK dinilai memiliki visi yang sejalan dengan pesan yang dibawa oleh film MAJU.
Selain itu, film ini juga memperoleh dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang selama ini aktif mengampanyekan perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu, Lembaga Sensor Film (LSF) juga turut berperan dalam proses distribusi film agar dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia masyarakat Indonesia.
Menurut Panen Entertainment, kesamaan visi menjadi alasan utama mengapa berbagai lembaga tersebut memberikan dukungan terhadap film MAJU.
“Film Maju selain sarat dengan adegan aksi seru yang ramah untuk ditonton semua usia, juga mempunyai isi cerita dan pesan yang sesuai dengan misi bersama demi kemajuan anak Indonesia,” tulis pihak rumah produksi.
Film ini menghadirkan berbagai nilai positif yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Mulai dari pentingnya peran keluarga dalam pembentukan karakter anak, pemberdayaan guru sebagai pendidik, inklusi sosial, sikap anti-perundungan, kemampuan berpikir kritis, hingga kesadaran terhadap bahaya narkoba.
Pesan-pesan tersebut dikemas dalam sebuah cerita petualangan penuh misteri yang dekat dengan kehidupan remaja.
Kisah dalam film MAJU berpusat pada empat sahabat bernama Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas. Mereka berangkat bersama guru mereka, Pak Wira, untuk melakukan survei lokasi kegiatan jambore.
Perjalanan yang awalnya penuh semangat berubah menjadi menegangkan ketika Bagas yang belakangan menunjukkan perilaku aneh tiba-tiba menghilang secara misterius sesampainya mereka di desa lokasi perkemahan.
Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah potongan kembang gula kesukaan Bagas. Berbekal petunjuk tersebut, Kirana, Hanna, dan Gerald memulai pencarian sahabat mereka dengan mengikuti jejak yang tersisa. Dari sinilah petualangan penuh teka-teki dan aksi dimulai.
Meski mengangkat unsur misteri dan petualangan, Panen Entertainment memastikan film ini tetap aman dan nyaman ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Menariknya, proses produksi film dilakukan sepenuhnya di Yogyakarta. Selain memanfaatkan keindahan alam dan kekayaan budaya daerah tersebut sebagai latar cerita, seluruh pemeran anak dalam film ini juga merupakan talenta muda asal Yogyakarta.
Para pemain muda tersebut tidak hanya berakting, tetapi juga ikut terlibat dalam pengisian soundtrack film.
Film ini dibintangi oleh Bukie B. Mansyur sebagai Pak Wira, Unang Bagito sebagai Pak Kades, Sarah Sechan sebagai Bu Kades, Princesza Leticia sebagai Kirana, Bebe Gracia sebagai Hanna, Axandro J. ED sebagai Gerald, serta Aradhana Rahadi sebagai Bagas.
Di balik layar, kursi sutradara ditempati Franklin Darmadi dengan Silvia Yunita sebagai produser. Naskah film ditulis oleh Dedey Natalie, sementara posisi produser eksekutif dipegang oleh Alfie Lim dan Andri Putra.
Tidak hanya mendapatkan perhatian di Indonesia, film MAJU juga telah mencatat prestasi di berbagai ajang perfilman internasional. Film ini berhasil meraih penghargaan Best Feature Film dalam Moscow International Children’s Film Festival. Selain itu, MAJU juga terpilih sebagai Official Nominee di Canada International Children Film Festival, Official Selection di Macau International Children’s Film Festival, serta Within The Family International Festival of Family and Children Films.
Sebagai bagian dari promosi film, Panen Entertainment turut memperkenalkan dua lagu original soundtrack berjudul “MAJU” dan “TEMAN SELALU”. Lagu “MAJU” hadir sebagai theme song yang mengangkat semangat kebersamaan dalam meraih cita-cita dan tujuan positif. Lagu tersebut dinyanyikan oleh para pemeran film dan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak maupun remaja.
Sementara lagu “TEMAN SELALU” dibawakan oleh Princesza Leticia dan Axandro. Lagu ini mengangkat makna persahabatan yang saling mendukung dalam berbagai situasi kehidupan.
Panen Entertainment berharap film MAJU dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia sekaligus menjadi media hiburan yang sarat nilai edukatif.
“Agar semangat untuk maju dapat menjadi bagian dari semangat yang selalu ada di kehidupan kita semua,” tutup Panen Entertainment.
Kontributor: Sarah Limbeng
















